Highlighted
Active Level 10

image

TEMPO.CO, Jakarta - Google dilaporkan sedang berdiskusi dengan Samsung untuk menghentikan penggunaan Bixby pada tanggal 29 Juli 2020. Samsung adalah salah satu produsen perangkat Android terbesar di dunia. Walaupun perangkat tersebut menggunakan Android milik Google, Samsung secara konsisten berusaha membuat ekosistem perangkat lunaknya sendiri agar menjadi unik. Perangkat lunak tersebut yakni Bixby voice assistant dan Galaxy Store. 

 Google Assistant dan Play Store sebenarnya sudah ada, namun Samsung menambah tombol khusus untuk membuat Bixby lebih sering dipakai bagi para pengguna. 

 ADVERTISEMENT Dilansir dari Reuters, Samsung masih belum memberi konfirmasi untuk menutup Bixby maupun Galaxy Store dari perangkat Android mereka. Samsung meyakini bahwa keduanya adalah aplikasi yang penting dalam ekosistem perangkat Galaxy. 

 Google dan Samsung sering berseberangan soal kustomisasi Android. Pada tahun 2014, Samsung sepakat untuk meredam aplikasi antarmuka TouchWiz. Google, selaku pengembang Android, mendapat masukan dari iklan-iklan yang ada dalam aplikasi milik Google. Para produsen perangkat Android tentu mendapat potongan dari pemasukan tersebut. Namun Samsung ingin berusaha untuk mendapat pemasukan itu semua dengan menggunakan aplikasi independen. 

Sayang, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, sangat sulit bagi para produsen Android untuk mendapat pemasukan. Melakukan riset dan mengembangkan aplikasi pribadi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Masih belum jelas apakah Bixby dan Galaxy Store akan hilang pada perangkat Galaxy yang akan rilis tanggal 5 Agustus mendatang. Google dan Samsung berencana untuk mengakhiri proses kesepakatan bersama pada hari Jumat ini.
2 Komentar
Highlighted
Active Level 10
Bixby jangan dihapus dong Samsung 🙏🥺
Aplikasi ini sangat bermanfaat bagiku.
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 10
Kita cuman bisa berharap semoga tidak jadi d hapus..
Balas
Memuat...