Highlighted
Active Level 4

image


Baru saja pake Samsung Galaxy S10+ kurang dari 1 bulan semenjak PO bundling Galaxy  watch kemarin lalu, tau tau saya baca berita kalo dalam waktu dekat Samsung akan mengeluarkan deretan hp seri A dengan harga yang relatif terjangkau.

Gak nanggung2 bukan hanya 1 aja yang akan di launching tapi 3! Samsung A10, A30, A50 dengan beberapa varian memory. Namun, yang jadi perhatian saya adalah seri Samsung A50. Karena di seri ini fitur dan desain yang ditawarkan oke banget. Rasanya seperti hp flagship / premiumnya Samsung. 

Gimana nggak? A50 punya set 3 kamera seperti S10+ ada ultrawidenya. Ya walopun set 3 kamera sebelumnya juga uda dibawa oleh A7 2018 sebelum S10 launched. Selain itu, desain samsung A50 cantik, Prosesor exynos 9610, Ram 4/6Gb, ditambah lagi sudah ada fingerprint sensor built in di layarnya. Dengan fitur dan desain oke begitu harga yang di tawarin start dari 4jt an aja loh. Ntah apa aja yang di pangkas oleh Samsung dalam produk A50 ini.

Sebagai pengguna produk premium / flagship dari suatu brand dalam hal ini Samsung di seri S nya, pastinya saya dan sebagian orang ingin merasakan ke ekslusifan / rare / sophisticated dari level premiumnya itu sendiri in  quite long time periods lah ya. Gimana maksudnya? Iya contohnya; fingerprint sensor built in, super wide lens, desain mewah, yang taunya bisa di dapatkan di seri A dengan harganya yg setengah dari harga flagship.

Definisi flagship / premium menurut saya salah satunya adalah ada suatu nilai lebih nilai pembeda yg konkrit yg tidak bisa di rasakan oleh pengguna non premium. Mau apapun itu produknya ya. Dengan hadirnya seri A50 dan A series lainnya nanti membuat periode keeklusifan flagship samsung terasa singkat. Kasarnya: "Hp lo mahal2 segitu si hp gw harga segini juga uda sama beda2 tipis". Bagi sebagian orang yg membeli hp premium pasti akan sedikit kehilangan prestige nya.

Iya, saya paham kalo tetap saja S10 series tidak bisa di sejajarkan dengan A (dlm hal ini A50). Seperti S10 panel layarnya dynamic amoled, infinity o, water resistant, ram besar, dll nya jauh dibandingkan A50. Tapi hemat saya, itu semua malah seperti gimcik, karena pada akhirnya orang2 banyak akan bs merasakan feel dari hp flagship di segi desain dan teknologi hardware nya. 

Saya jadi teringat perkataan seorang teman, dia memang pengguna iPhone. Saya pernah menyarankannya untuk mengganti hpnya dengan Samsung s9 pada saat itu. Dia berkata "S9 bagus sih bro. Mewah, tapi samsung rasa mewah dan pridenya tuh beda kayak flagshipnya iPhone. Regenerasi samsung cepet banget di hp2 midle range nya. Kurang ekslusif".

Eh ternyata bener juga. Setelah saya nilai2, flaghip iPhone saat ini itu kan Xs Max dan dia mengeluarkan cheaper versionnya Xr atau Xs. You can't get what iPhone Xs capable of in Xr or Xs. Misal di Xs Max bigger screen, Xs smaller, Xr smaller dan bahan material yang berbeda. Nah ini loh yg namanya nilai ekslusif dari suatu produk premium. Menurut saya ya dan emang seharusnya gitu sih. Lucunya, even Flagship S10 samsung mengeluarkan cheaper version di S10e faktanya you can get bigger screen, built in fingerprint in A50, so whats the big point for having s10e as Premium phone than A50 yang notabene middle range dan harga hampir setengahnya. Lucu kan. Hehehe.

Tapi ya, mungkin inilah cara samsung Fight back ke kompetitor seperti Xiaomi, Oppo, Huawei yang kita sama2 tau dengan harga 5-6jt bahkan 3jt-an sudah bisa dapat fitur dan teknologi terbaik. 

Hemat saya, Samsung harus bisa lebih meningkatkan privilege dan ke ekslusifan produk premium / flagshipnya. Ntah apa itu, misal kemudahan dan pelayanan berbeda dalam hal service atau yang lainnya di samsung experience mungkin? Kalo privilege dari samsung gift / member yg masih perlu di up, dan kalo bisa jangan keluarkan desain mirip2 atau warna yang mirip dari seri Middle dengan premiumnya. Kayak A50 warna dan cantiknya sama dengan S10. Prism whitenya , coral bluenya, sama banget. Harus ada pembeda lah. Kayak orang kalo pake iPhone, orang2 awam dari jauh juga notice kalo itu iPhone (nah ini nilai ekslusif dr produk premium menurut saya), kalo emang mau harusnya kemaren sblm produksi warna s10 berbeda dengan seri A.

Hemmm apalagi ya? Kalo ada masukan lain silahkan. Ini sekedar unek unek saja tidak ada maksud apapun, oh iya bahkan reviewers di youtube mengatakan kalo battery di A50 ini 4000maH sama dengan s10+, bisa ditebak kan dengan layar A50 yg dibawah spek s10 dan rasio yg lbh kecil serta hardware yg  berbeda maka baterry life A50 jauh lebih lama dibanding s10. Wajar? Ya iyalah, teknologi kayar s10 dan besar ukuran dll nya pasti lebih banyak mengkonsumsi batere. Lantas untuk hp premium begini kenapa ga ditanam batere 4300maH aja ya atau A50 cukup dengan 3600maH aja. Krusial menurut saya untuk pembeda mana yg premium dan tidak. Hehe cheers!


image





15 Komentar
Highlighted
Active Level 7
https://youtu.be/-B987t19dqU
Full unboxing samsung galaxy a50
Balas
Memuat...
Active Level 2
Tks om atas unek²nya yg mencerahkan...
Semoga Samsung tdk seperti HP² merk Cina, yg kebanyakan model tp typicalnya sama.
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 10
galaxy A50 ada EISnya ngga? bantu jawab dong yang tau?
Balas
Memuat...
Highlighted
Ada
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
Samsung memang sudah ada pembeda buat flagship sama seri A. Disini saya cuma bagikan pendapat tentang apa yang buat seri Galaxy S10 lebih mahal daripada Galaxy A50 ya.

1. Desain
Memang secara sekilas, warna A50 sepertinya menarik dan mempunyai skema warna yang sama dengan flagship. Tetapi, A50 menggunakan plastik, sedangkan S10 series pakai Aluminium + Gorilla Glass 6 (Bahkan, ceramic untuk memori 512GB dan 1TB). Dari sisi finishing nya, seri flagship JAUH lebih rapi + mulus daripada A50. Ini nampak banget. Tompelan buat seri S10 pun juga jadi pembeda sendiri, dan Samsung malah embrace desain layar Infinity-O ini. Sementara, A50 jika dari depan, Infinity-U nya mainstream banget. Berapa banyak smartphone yang sudah punya "notch" serupa, apalagi kalau desain belakang gak dilihatin?

2. Kamera
Megapixel bukan segalanya. Dan ingat, S10 punya kamera zoom + normal + ultra wide (S10e cuma dua). Sementara, A50 punya normal + ultra wide (kualitas lebih rendah) + depth sensor. Megapixel tinggi kasih detail lebih banyak, tapi juga noise yang JAUH lebih banyak juga. Samsung akhirnya harus memanfaatkan noise reduction yang berlebihan biar kurangin noise, jadinya MP tinggi malah jadi tertutup karena detail nya ikut menurun karena noise reduction tadi. Belum lagi, masalah video, itu mah jauh banget (4K 60fps vs 1080p 30fps)

3. Fingerprint
S10 pakai Ultrasonic fingerprint, sementara A50 pakai Optical fingerprint. Ultrasonic lebih cepat dan lebih aman, sementara Optical butuh lampu dari layar untuk membaca sidik jari, makanya lambat dibandingkan ultrasonic.

4. S10e vs A50
Secara spek, A50 kayaknya lebih unggul. Namun, S10e punya fitur yang jauh lebih banyak. S10e water-resistant + HDR10 screen + NFC + Wireless Charging + prosessor jauh lebih unggul + monthly security updates + semua fitur software (A50 gak ada smart capture) + UFS storage + Wi-Fi 6, dll. S10e juga punya desain anti mainstream dengan kamera memanjang horizontal, sementara A50 punya kamera vertikal mirip iPhone. Setiap orang sekali lihat desain belakang S10, pasti tahu itu S10. Sementara kalau lihat A50, dikirain A7 2018 atau Zenfone Max Pro M2 atau Huawei P20 Pro. Kita sampai kirain merek sebelah pula kalau kita gak jerih lihatnya.

Dan, ini datang dari pengguna Galaxy A8 2018 ya, bukan flagship. Mau beli hp apapun, balik lagi ke kebutuhan kita masing2. Apa yang kamu point tadi, ada benarnya, tapi memang butuh taktik agar A50 bisa bersaing. Dan harus diketahui, walaupun fitur2 kelihatan sama, teknologi nya beda.

Zaman sekarang, untuk pengalaman smartphone yang bagus, GAK BUTUH lagi smartphone flagship. Dan A50 contohnya. But, if you want the absolute best, the best of the best, the S10 is the absolute best phone you can have.

Makasih ya buat diskusinya. Sangat fresh untuk lihat dari perspektif orang lain. 😄
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 8
A50 ngga ada NFC sangat di sayangkan
Balas
Memuat...
Highlighted
Setuju sekali. A7 2018 dengan harga yang sama ada NFC padahal.

Fun fact, A50 juga gak ada Smart Capture, jadi gak bisa scroll screenshot. :(
Balas
Memuat...
Highlighted
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 9
Makasih dah berbagi pendapatnya yak.

Saya pribadi dulu beli S9+ lebih2 karena faktor fotografinya. Nah, dari 1 segi ini saja setelah saya punya S9+ ternyata ga terlalu membuat saya takjub karena utk fotografi siang atau berpencahayaan cukup di luar sana byk jg ponsel menengah yg hasil jepretannya, katakanlah, sebagus S9+ saat itu.

Menangnya kamera S9+ adl di fotografi malam/berpencahayaan kurang. Itu pun dgn margin bin selisih yg ga ekstrem. Ketika Huawei P20 Pro keluar, saya lantas semangat banding2in hasilnya dan saya nilai S9+ kalah cukup telak dibanding Huawei P20 Pro. Untung saja saya nemu pelipur lara, yakni pasang aplikasi GCam. Lewat aplikasi ini hasil fotografinya jd lumayan memuaskan saya krn HDR+nya bagus.

Dengan kata lain, saya pun pya pendapat yg senada, khususnya dari segi aspek fotografi. Hardware fotografinya S9+ sebenarnya dah cukup kompetitif. Sayangnya keunggulan yg ada sy rasa krg ditopang dgn software yg mumpuni. Saya bilang gni krn stelah pasan GCam tyt hasil jepretannya bs menghasilkan foto yang, dlm byk skenario, lebih baik ktimbang hsl yg diambil dr aplikasi fotografi bawaan.

Bagi saya, seri S-nya Samsung ini mcm solid 7. Semua rata2 bagus,tp ga ad yg istimewa. Ada 1 aspek yg bs dikatakan lebih dr seri premiumnya Samsung: layar/tampilan.

Dgn melihat perkembangan fotografi Samsung yg ga signifikan, saat ini saya mulai melirik2 penawaran dr produsen ponsel lainnya, terutama Huawei seri P dan Google Pixel. Semoga Samsung mulai menyadari bahwa aspek fotografinya mulai terancam, mulai terasa krg kompetitif. Saat ini salah satu penanda/pembeda ponsel premium dgn kelas2 di bawahny adl mutu dan fitur fotografi yang istimewa.
Balas
Memuat...