evanericssen
Expert Level 2

S12017-Project-1-Growing-US-BLOG-EN-Does-It-Matter-If-You-Leave-Your-Phone-to-Charge-Overnight

Hai Samsung Members

Baterai itu emang membingungkan Sama bingungnya mengerti kode-kode doi #eitsss. Setelah kita punya HP, kita seringkali bingung, "Sebenernya HP itu boleh dicharge semalaman ga sih?" Banyak yang bilang boleh, tapi engga dikit juga yang bilang ga boleh. Jadi disini saya mau bantu meluruskan tentang statement itu. Sebelumnya, ijinkan saya menjelaskan tentang masa hidup baterai, lalu kita mulai masuk ke kalimat di atas.

 

Charge Cycle

Kalau manusia punya masa hidup, baterai pun juga punya. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi masa hidup baterai, salah satunya Charge Cycle (nextnya saya pakai kata CC ya, biar enak). Semakin banyak CC-nya, semakin pendek umurnya.

bcSCe

Gimana cara hitung CC? Gampangnya, saat kita punya baterai 100%, lalu kita habiskan sampai 0%, lalu kita charge lagi sampai 100%, itu terhitung 1 CC.

Lalu kalau kita habiskan lagi sampai 50%, kemudian kita charge 100% lagi, itu terhitung 0,5 CC. Jadi totalnya 1,5 CC. Ya hanya matematika dasar kok.

Baterai Lithium Ion/Lithium Polymer pada umumnya bisa dipakai efektif 200-300 CC sebelum dia menjadi bocor/boros dan harus diganti. Semakin kita sering pakai dan charge ulang, hal itu akan menambah banyak CC. Lagi-lagi semakin banyak CC-nya, semakin pendek sisa usia baterai tersebut.

 

Jadi, boleh ga sih charge semalaman?

Okey, jawaban singkatnya: Lebih baik jangan Mengapa? Ayo kita bahas pelan-pelan.

 

Trickle Charge

main-qimg-f6fcd1718394acecb974278bcea6a1f6.png

Baterai yang di charge mengalami beberapa tahap. Singkatnya terdapat tahap:

  • Fast Charge (0-70%)
  • Mulai melambat (70-100%)
  • Trickle Charge (100%)

NB: Tahap "Fast Charge" dan "Mulai melambat" adalah nama yang disederhanakan supaya mudah dimengerti.

"Loh, bukannya teknologi sekarang sudah punya Overcharging Protection, bisa nyetop kalo udah full, dsb?" Baik, kita anggap charger kita punya fitur tersebut.

Saat penuh, baterai akan masuk ke tahap "Trickle Charge". Awalnya tidak ada listrik yang masuk, alias full stop. Namun HP akan tetap menggunakan daya baterai untuk sinyal, sistem Android yang berjalan di background, menghitung waktu, dan lainnya (baik dalam kondisi on atau off). Alhasil baterai terdeteksi tidak full lagi, sehingga baterai akan di-charge lagi dengan voltase dan ampere yang kecil. Begitupun seterusnya. Inilah yang disebut tahap Trickle Charge.

Memang indikator akan tetap menunjukkan angka 100%, dimana itu adalah hasil pembulatan dari 99 koma sekian-sekian persen.

 

Baterai Menjadi Terlalu 'Stress'

Kalau baterai agan sudah full, alangkah baiknya kalau dilepas saja. Karena saat baterai penuh, tegangan/voltase dalam baterai menjadi tinggi. Kita perlu beri 'istirahat' untuk baterai tersebut. Istilahnya kayak mengistirahatkan otot setelah berkontraksi mengangkat beban. Manusia pun akan lemah apabila angkat beban terus-menerus tanpa istirahat dan relaksasi, kan?

 

Kesimpulan

Ada pepatah bilang, "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit." Disinilah mengapa lebih baik tidak charge berlebihan, karena trickle charge yang terlalu lama akan menambah CC baterai dan menyebabkan umur baterai semakin pendek. Dan juga baterai juga tidak bisa dibiarkan 'berkontraksi' terus menerus, kasian capek

Segala sesuatu yang berlebihan belum tentu baik. Kalau kita makan kebanyakan bisa bermasalah, begitupun baterai.

By the way, kalau agan ingin tahu tips cara merawat baterai agar bisa dipakai jangka panjang, bisa dibaca disini.


Sekian sharing saya pada hari ini. Semoga bisa membuka wawasan baru buat kita semua. Kalau ada pertanyaan atau berpendapat, jangan sungkan untuk isi kolom komentar di bawah. Sampai bertemu di postingan berikutnya.

 

Salam Galaxy Bima Sakti

22 Komentar
Dama
Active Level 3
Mau tanya, kalau sering dicharge tapi ngga full(100%), sdh dicabut, bagaimana? Contohnya belum 100%, tapi sdh mau pergi, keluar rumah, nanti di kantor begitu juga, belum full sdh mau pulang, kalau sering begitu bagaimana?
Balas
Memuat...
evanericssen
Expert Level 2

justru dengan cara tersebut lebih sehat untuk baterai lithium ion daripada habis sehabis habisnya, charge se full fullnya nice conclusion

@AhmadArif wahhh ini lebih detaill ahahaha... nicee gann.. keep it up

Balas
Memuat...
ÀhmadArif
Expert Level 5
hai dama

sebenernya baterai ponsel saya dan agan disini bisa bekerja optimal saat kapasitasnya berada pada angka 30% hingga 80%, itulah sebabnya setiap kali kita beli hape baru, dari pabriknya pasti selalu diisi dalam kondisi setengah penuh sehingga kita bisa langsung pake begitu dikeluarin dari kemasan.

Para ahli justru menyarankan untuk membiarkan ponsel terisi hanya dalam rentang daya hingga 80% saja. Karena pada daya inilah performa ponsel justru sedang oke-okenya! Mereka bilang, “Muatan penuh hingga 100 persen akan memberikan daya yang berlebihan saat ponselmu digunakan.”

Nah kesimpulannya, sekarang ngga perlu khawatir lagi untuk cabut baterai hape saat sudah di angka 80%, karena 100% ngga selalu memberikan keuntungan buat ponsel agan. Selain lebih cepat, tentunya juga lebih ngehemat daya listrik yang digunain. Apa yang saya tulis, berdasarkan apa yang saya cari-cari lewat Mbah Google sih.

Mohon maaf klo misal ada info yg masih keliru

mungkin bro @evanericssen mau menambahkan
Balas
Memuat...
GalaxyUsers
Active Level 6
mantapp mas bro
Balas
Memuat...
evanericssen
Expert Level 2

wahh trima kasih banyak sudah mampir

Balas
Memuat...
ArpRhmn
Active Level 6
berarti ada bener nya jg ya gan paling baik itu men charger HP dalam kondisi Off dan usahakan persentasi di kisaran 15% 20% smp dg 80% 90% jadi tidak perlu full

apakah pernyataan saya bisa di terima gan
Balas
Memuat...
AryaAzzhar
Active Level 4
sepertinya gw setuju dngn statment ini
Balas
Memuat...
ArpRhmn
Active Level 6
makasih gan
Balas
Memuat...
theneeSP
Active Level 10
mantul infonya..
Balas
Memuat...