Highlighted
Expert Level 5
Screen Burn In (Tampilan "Terbakar")


image


 "Karna Thread ini gabungan, jadi sedikit panjang dari Thread sebelumnya"

Mungkin masalah ini sering kita dengar dan secara tidak sadar kita membuat celah
untuk membuat hal ini terjadi.
Jadi apa itu burn ini ? Mengapa hal ini terjadi ? Apakah ada cara untuk menghilangkan dan mencegahnya terjadi ?

Kita akan bahas satu satu, sebelumnya ketahui dulu jenis layar yang ada di smartphone.

Jenis-jenis Layar di Smartphone

Ternyata, jenis layar yang digunakan pada smartphone juga harus kamu pertimbangkan ketika membeli sebuah smartphone lho. Ini karena jenis layar yang digunakan itu berpengaruh terhadap interface yang ditunjukkan di layar smartphone.

Bukan hanya itu saja, jenis layar juga berpengaruh terhadap ketahanan baterai juga lho. Lalu apa saja sih jenis-jenis layar smartphone yang sudah beredar saat ini? Langsung disimak aja ya guys!

1. LCD (Liquid Crystal Display)

Layar LCD menjadi layar yang populer digunakan di smartphone dalam beberapa tahun kebelakang ini. Kepopulerannya ini dikarenakan LCD masih tetap tampil apik walaupun digunakan di bawah sinar matahari langsung.


image




Ini semua berkat elemen yang terdiri dari kristal cair untuk menghasilkan warna dan dibantu dengan cahaya backlight juga. Namun, sayangnya warna yang dikeluarkan oleh layar LCD kurang detail dan mempunyai viewing angle yang sempit. Belum lagi masalah konsumsi dayanya yang masih besar.

2. TFT LCD (Thin Film Transistor LCD)

Layar ini merupakan pengembangan dari jenis layar LCD yang populer digunakan di banyak perangkat. Selain peningkatan kualitas gambar dengan mendukung jutaan warna di tiap pikselnya dan memiliki resolusi yang tinggi, layar TFT ini juga mempunyai harga produksi yang tidak terlalu mahal.


image


 Walaupun mempunyai respon sentuhan yang baik, layar TFT LCD mempunyai beberapa kekurangan seperti boros baterai dan sudut pandang yang sempit ketika digunakan di bawah sinar matahari. Selain itu, kualitas gambarnya juga masih belum terlalu bagus.

3. IPS LCD (In Place Switching)

IPS LCD adalah layar pengembangan LCD termutakhir yang masih digunakan oleh banyak HP jaman sekarang. Walaupun biaya produksi lebih mahal dari TFT, namun layar IPS mempunyai sudut pandang lebih luas dari TFT dan mempunyai kualitas layar lebih baik.

Konsumsi daya IPS juga jauh lebih sedikit ketimbang generasi sebelumnya. Makanya tidak mengherankan jika layar ini masih digunakan oleh vendor seperti Lenovo, Xiaomi, Samsung, Oppo, Asus, dan masih banyak yang liannya.


image


4. OLED (Organic Light Emitting Diode)

Layar berjenis OLED dikembangkan memang untuk mengungguli layar generasi sebelumnya, yaitu LCD. Karena mempunyai layar yang fleksibel dan tipis, membuat layar berjenis OLED lebih sering digunakan para vendor smartphone yang mengusung dimensi smartphone yang tipis.


image


 OLED sendiri diklaim mampu menghasilkan warna yang lebih pekat dan memiliki kecerahan yang sangat tinggi. Sayangnya, beberapa kelebihan dari layar OLED ini harus dibayar dengan biaya produksi yang enggak murah guys.

5. AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting Diode)

Samsung sebagai salah satu perusahaan teknologi besar dunia berinovasi dengan menggabungkan teknologi OLED dengan TFT dan menghasilkan layar AMOLED. Layar ini dinilai lebih efisien dari segi dimensi dan juga konsumsi dayanya.


image



Warna yang dihasilkan oleh layar AMOLED juga sangat tajam dan sangat baik digunakan di bawah sinar matahari langsung. Tapi, layar berjenis AMOLED ini hanya dapat kita lihat di smartphone-smartphone flagship karena biaya produksinya yang tergolong mahal.

6. Retina Display (Only Iphone)

Sebenarnya Retina Display adalah istilah yang digunakan oleh Apple Inc. untuk jenis layar IPS yang sangat tajam dengan densites piksel yang sangat tinggi. Saking tingginya, mata kita pun tidak dapat mendeteksi piksel terpisah pada jarak pandang normal lho!


image


 Layar Retina Display sendiri memang memiliki kualitas gambar yang sangat tajam dan jernihdengan warna yang natural. Namun, ini harus terbayarkan dengan konsumsi daya yang lebih tinggi. Selain itu, layar berjenis Retina Display juga hanya bisa kamu temukan di produk Apple saja.

7. Super AMOLED

Sebenarnya layar hasil pengembangan termutakhir dari layar OLED ini memiliki kekurangan yang sangat fatal, yaitu jika rusak, kamu harus menggantinya sepaket antara layar dan touchscreen sekaligus. Ini semua karena layar ini memiliki sensor sentuh yang berada pada layar itu.


image


 Tapi, dengan begitu menghasilkan jenis layar yang sangat tipis yang mampu ditanam pada smartphone dengan dimensi yang tipis pula. Selain itu, sebenarnya layar ini tidak jauh berbeda dari layar AMOLED biasa, yaitu warna yang tajam dan konsumsi daya yang sangat sedikit.

Sudah ketahui jenis layar smartphone mu ?
Kita kembali ke topik utama.

Bayangan gambar atau layar / gambar burn-in adalah nama yang diberikan untuk perubahan warna permanen layar ponsel cerdas Anda yang disebabkan oleh penggunaan piksel yang tidak teratur.

Penggunaan gambar statis yang berkepanjangan dapat menciptakan bayangan permanen atau "hantu" dari gambar tersebut di layar.

Masalah ini lebih umum daripada yang Anda pikirkan dan paling sering terjadi pada layar AMOLED (meskipun layar LCD tidak sepenuhnya bebas dari bug ini). Untungnya, ada solusi untuk mengembalikan kualitas gambar perangkat Anda.

Bayangan layar terjadi ketika senyawa fosfor yang memancarkan cahaya untuk menghasilkan gambar kehilangan intensitasnya dengan penggunaan jangka panjang. Selain itu, penggunaan tidak teratur dapat "membakar" gambar ke layar yang akan terlihat sepanjang waktu.


image



Nama "burn in" sedikit menyesatkan, karena tidak ada pembakaran atau panas yang sebenarnya. Sebaliknya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan tampilan yang mengalami perubahan warna permanen di seluruh bagian panel.

Ini dapat berupa bentuk garis besar teks atau gambar, memudarkan warna, atau tambalan atau pola lain yang terlihat di layar. Layar masih berfungsi seperti biasa, tetapi ada gambar bayangan atau perubahan warna yang terlihat saat layar aktif.

Untuk dianggap sebagai screen burn-in, artefak ini harus permanen dan merupakan cacat yang disebabkan pada sisi perangkat keras display, bukan kesalahan grafis yang mungkin disebabkan oleh perangkat lunak atau masalah dengan sirkuit driver display.

Mengapa Screen Burn-in terjadi? Inilah Penyebabnya


Penyebab semua burn-in layar adalah karena siklus hidup yang bervariasi dari komponen penghasil cahaya layar. Ketika bagian-bagian ini menua, kecerahannya berubah dan oleh karena itu reproduksi warna panel berangsur-angsur berubah seiring waktu.

Semua tampilan mengalami perubahan warna seiring bertambahnya usia, meskipun ini dapat dikurangi dengan perangkat lunak cerdas, tetapi dengan adanya burn-in di beberapa bagian layar lebih cepat daripada yang lain. Ini secara bertahap dapat menggeser warna yang dapat dilihat dari layar di satu area lebih dari yang lain, meninggalkan bayangan dari apa yang sebelumnya ditampilkan.


image



Dengan smartphone modern dan teknologi smartwatch, layar burn-in dapat bermanifestasi sebagai akibat dari rentang hidup yang berbeda antara subpiksel LED merah, hijau, dan biru yang digunakan dalam panel OLED. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, area tampilan yang jarang berubah, seperti tombol navigasi atau bilah notifikasi, adalah area yang paling rawan mengalami masalah ini.

Ini karena area tersebut lebih cenderung menampilkan satu blok atau warna secara konsisten, ikon setelan, dan teks, sementara bagian layar lainnya menghasilkan pilihan warna yang lebih dinamis dari berbagai situs web, video, aplikasi, dll. dalam periode penggunaan yang panjang.

Oleh karena itu subpiksel di area ini melihat jumlah penggunaan yang berbeda dan dengan demikian usia berbeda, akhirnya menghasilkan sedikit variasi dalam reproduksi warna.

Anda bisa menggunakan aplikasi Android's Material Design untuk mengubah notification bar menjadi transparan atau merubah warnanya sehingga layar lebih dinamis memancarkan warna di area itu.

Layar OLED terdiri dari LED merah, hijau, dan biru, tetapi warna yang berbeda memiliki rentang yang berbeda.

Berbicara lebih teknis, masalahnya adalah bahwa LED biru memiliki efisiensi bercahaya lebih rendah secara signifikan daripada piksel merah atau hijau. Ini berarti bahwa untuk satu set piksel berukuran, LED biru perlu digerakkan pada arus yang lebih tinggi untuk mencapai kecerahan yang sama seperti merah atau hijau.

Arus yang lebih tinggi menyebabkan pixel terdegradasi lebih cepat, memperpendek umurnya dan oleh karena itu akhirnya mewarnai tampilan ke arah warna merah dan hijau. Oleh karena itu warna layar OLED tidak menurun secara merata, akhirnya akan bersandar ke warna merah / hijau.

Jadi, jika salah satu bagian panel menghabiskan banyak waktu menampilkan gambar biru atau putih, piksel biru di area ini akan menurun lebih cepat daripada di area lain. Itulah yang menyebabkan efek bayangan seperti terbakar.


Tips untuk menghindari burn in


Pada tahap ini, produsen sangat sadar akan potensi masalah dan telah mengambil sejumlah langkah cerdas untuk membantu menghindari masalah burn-in. Sebagai permulaan, Samsung telah menggunakan pengaturan pentile-subpiksel di layar AMOLED sejak Galaxy S3. Dengan membuat subpiksel biru yang lebih besar, membutuhkan lebih sedikit arus untuk dikendarai agar dapat memberikan cahaya yang dibutuhkan. Mengendalikan LED dengan arus yang lebih rendah akan meningkatkan masa pakainya, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk terjadinya perubahan warna yang nyata.

Ini tidak secara langsung membahas masalah berbagai bagian layar penuaan pada tingkat yang berbeda, tetapi itu berarti bahwa itu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperhatikan daripada dengan panel OLED yang lebih tua atau lebih murah.

Jika sudah terlanjur terkena burn in, maka salah satu cara memperbaikinya adalah dengan menggunakan app dari play store, yaitu Screen burn in tool untu layar LCD dan OLED TOOL untuk layar tipe OLED dan sejenisnya. Tetapi cara ini tidak menjamin 100% layar kembali sepenuhnya, justru akan lebih memperparah keadaan jika burn in level nya sudah parah.

Ada banyak aplikasi di Play Store yang mengklaim untuk memperbaiki masalah ini dan ada beberapa cara Anda dapat memperbaiki pembakaran plasma dan keteguhan gambar LCD. Namun, tergantung pada panjang dan tingkat keparahan gambar yang terbakar, beberapa tampilan mungkin tidak dapat diperbaiki, jadi jangan terlalu berharap banyak.


Konsepnya sederhana: urutan warna utama ditampilkan di perangkat Anda, memulihkan piksel "terbakar". Faktanya, ini adalah fungsi asli dari screen-savers komputer: satu gambar dinamis yang muncul ketika layar menganggur untuk membuat piksel bekerja dan memastikan bahwa area yang sama pada layar tidak terus diterangi secara konstan.


Disarankan Anda menggunakan aplikasi untuk waktu selama 4-5 jam secara bergantian pada waktu selama 4 hingga 5 hari di malam hari.

Saya harap tutorial ini membantu Anda dalam memecahkan masalah dan juga membantu Anda memahami akar masalah dan cara mencegahnya di masa mendatang.


Tindakan Preventatif untuk mencegah burn in


Jika layar Anda sudah "burn-in", tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kerusakan. Ada aplikasi di Play Store yang mengklaim membalikkan masalah, tetapi ini hanya akan "membakar" sisa layar untuk mencocokkan warna, yang sebenarnya tidak ideal.

Jika Anda khawatir tentang masalah ini, ada sejumlah tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil untuk memperpanjang waktu tampilan dan membantu mencegah efek ghosting yang menakutkan:

> Jaga kecerahan tampilan Anda pada level rendah. Kecerahan yang tinggi membutuhkan lebih banyak arus dan karenanya mempersingkat masa pakai LED.

> Setting waktu mematikan layar otomatis ke yang paling singkat. Mematikan layar saat Anda tidak menggunakannya akan mencegah gambar statis ditampilkan.

> Gunakan Mode Immersive, jika tersedia. Ini menyembunyikan bilah notifikasi, jadi ikon statis tidak akan ditampilkan. Atau, pilih launcher yang menawarkan fitur serupa, serta bilah navigasi transparan dan opsi app drawer.

> Pilih wallpaper dengan warna yang lebih gelap dan selalu perbaharui.

> Gunakan keyboard yang menawarkan tema yang lebih gelap untuk mencegah degradasi warna di bagian bawah layar.

> Jika Anda menggunakan aplikasi navigasi secara teratur untuk perjalanan jauh, pilih salah satu yang tidak memiliki banyak elemen UI statis yang terang.

> Ubahlah wallpaper kalian secara berkala, kalau perlu pakai Live Wallpaper jika kalian lebih sayang layar kalian daripada baterai kalian. Usahakan memakai wallpaper yang gelap karena pixel pada bagian gelap tersebut akan benar-benar mati dan tidak mengonsumsi baterai smartphone kalian dan juga mengurangi kemungkinan adanya efek Burn-In.

> Jika terdapat fitur Always On Display, lebih baik matikan saja jika kalian masih takut juga terhadap efek Burn-In.

> Jika smartphone kalian menggunakan On Screen Navigation Bar, mungkin aplikasi seperti Navbar Apps akan sangat berguna bagi kalian. Aplikasi ini dapat mengubah wujud Navigation Bar kalian sesuai yang kalian inginkan, bahkan terdapat animasi yang menarik.

Seeyounexttime....

SALAM SAMSUNG MEMBERS🖐

SELAMAT MALAM🌙
11 Komentar
Highlighted
Active Level 10
mantap infonya👍👍
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 7
saya nunggu layar anti radiasi aja. nih mata nangis mulu kebanyakan mantengin hapek😁
Balas
Memuat...
Highlighted
🤣🤣👌👌
Balas
Memuat...
Highlighted
susah gan kemungkinan tp gatau ya dimasa depan 😁 soalnya apapun benda dengan prinsip elektromagnetik pasti punya radiasi karena efek dari medan magnet dan medan listrik
Balas
Memuat...
Highlighted
mataku oh mata😱😃😁😅
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
Lumayan panjang ya ngalahin postingan saya 👍👍👍 mantap
Balas
Memuat...
Highlighted
panjangnyaaa mantap
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 3
mantulll...infonya 👍
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 1
tapi gan, bukannya menggunakan tema yang gelap secara jangka panjang dapat menyebabkan death pixel?
Balas
Memuat...