Highlighted
Active Level 3
Guys, pernahkah kalian di-SMS oleh seseorang yang tidak dikenal yang meminta kalian menghubungi nomor kontak yang diberikannya untuk keperluan konfirmasi hadiah atau sejenisnya? Atau ada juga yang meminta dikirim pulsa karena mengatasnamakan keluarga dekat yang sedang berurusan dengan kepolisian atau rumah sakit.


Bahkan ada yang menelpon secara langsung mengatasnamakan provider kalian atau panitia sebuah event yang hendak menyampaikan kesempatan kalian sebagai pemenang sebuah kegiatan; yang selanjutnya penelpon akan mengarahkan kalian menuju ke mesin ATM untuk melakukan transaksi.


Ada juga penelpon mengatasnamakan keluarga dekat dengan modus adegan sedang ditangkap polisi sehingga ia menangis dan meminta agar ia dihubungi kembali dan klimaksnya ia akan meminta kalian untuk menyogok polisi dengan mengirim sejumlah pulsa.


Sejumlah modus di atas, termasuk modus lain dengan penawaran pranala nomor togel sudah saya alami dan tak ada satupun yang saya ikuti. Selain karena tidak ada kesempatan untuk melayani "penelpon gelap", naluri skeptisisme saya juga dipakai untuk rekonfirmasi sources dan informasi yang diberikan.


Bukan tidak sayang pada keluarga melainkan kehati-hatian bertindak sangat diperlukan. Namun kalau ada waktu senggang, saya sering membalas SMS dengan nada bercanda dan sedikit sinis. "Bro/Sis, atas rekomendasi dari saya, hadiahnya silakan diambil. Kasihkan ke nenekmu saja, ya. Saya ikhlas." Terkadang begitulah bunyi balasan kepada pengirim "SMS gelap".


Saya sebetulnya juga berharap dengan hadiah-hadiah yang ditawarkan. Bayangkan, kita tidak melakukan apa-apa tetapi akan dikasih hadiah dengan nilai fantastis di atas puluhan juta. Nah, pertimbangan saya bukan pada nominal hadiahnya tapi kesempatan yang saya dapatkan. Pertanyaan besarnya adalah mengapa saya yang harus mendapatkannya, bukan pihak lain; sementara saya sendiri tidak melakukan apapun atas kesempatan yang disebutkan si **bleep**. Saya tidak sedang melakukan sesuatu tetapi berharap mendapatkan sesuatu, itu mustahil.


Salah satu modus yang digunakan penelpon ialah mengatasnamakan provider yang memanfaatkan tampilan popcall. Ini sering terjadi pada pengguna provider, sebut saja Telkomsel. Pelanggan Telkomsel bisa mengedit pesan Popcall seturut maunya. Inilah salah satu kesempatan si **bleep** memanfaatkan peluang.


Ketika ditelepon, tampilan layar smartphone kalian bertuliskan operator provider yang kalian gunakan. Ia mengasimilasi gaya berbicara layaknya seorang operator provider yang menyebutkan nama dan alamat kalian dengan tepat dan sangat jelas (karena sebelumnya si **bleep** sudah menetapkan calon korbannya). Kalian mungkin akan terhipnot dengan kata-katanya.


Modus Konten Berlangganan
Bagi saya, semua modus penipuan di atas sudah sangat basi karena terlalu sering ditemui. Apalah daya, kemarin (14/3) saya di-SMS dengan modus operandi yang mungkin bagi sebagian orang sudah lazim, namun saya baru mengalaminya. Tak lain, ialah pemberitahuan berlangganan konten.


Kira-kira begini bunyi SMSnya.
"Nomor Anda terdaftar Aut0 TP Oleh 085287451144 Pulsa anda terpotong Rp.10.000 Setiap tgl 15 U_Berhenti Ketik:TP 10 085287451144 KIRIM K3E
858 Gratis"


image


Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengikuti petunjuk berhenti berlangganan. Dan hasilnya adalah seperti pesan berikut ini.
"Terima kasih, Anda telah berhasil melakukan transfer pulsa sebesar Rp 10000 ke nomor 6285287451144 dengan tarif Rp. 1850. Anda jg bisa Transfer Kuota dgn hub *500*2#. Info CS: 188"

image


Apa yang terjadi guys? Ya, seperti yang kalian tahu, saya tertipu. Pulsa 10ribu terkirim ke nomor si **bleep**.


Guys, mengapa bisa terjadi seperti itu? Saya sebenarnya tidak sedang berlangganan dengan produk provider apapun atau penyedia konten premium (content premium provider) manapun . Karena itu ketika melihat pesan sedang berlangganan, saya terpaksa dengan cepat melakukan pembatalan berlangganan. Apalagi biaya berlangganan menurut saya sangatlah besar.


Corective Action
Sebagai pembelajaran, sebelum mengikuti petunjuk pembatalan sebagaimana yang diminta, terlebih dahulu melakukan (1) pengecekan status berlangganan konten ke provider, dan (2) gunakan perintah berhenti berlangganan.




Untuk keperluan pengecekan konten berlangganan bagi pengguna provider Telkomsel silakan tekan kode SSD *111# (karto HALO) dan *116# (kartu As dan simPATI). Bagi pengguna XL silakan tekan kode SSD *321#. Bagi pengguna provider Indosat, silakan ketik STATUS kirim ke 726.


Untuk melakukan pembatalan, pesan pembatalan menggunakan terminologi yang mengandung arti "Berhenti berlangganan", seperti UNREG, OFF, STOP. Selain daripada itu ialah penipuan. Misalnya yang saya alami di atas dengan menggunakan format TP (Transfer Pulsa).


Dengan kejadian-kejadian semacam yang saya alami di atas, sering juga saya lakukan report dengan format tertentu ke provider bahkan ke layanan Polri untuk menonaktifkan nomor-nomor "SMS gelap". Namun karena diperlukan banyak pelapor terhadap nomor yang sama, agaknya sulit untuk menonaktifkan nomor-nomor yang terus mengirim "Pesan sampah" ke ponsel saya.


Kini makin terbantukan dengan Samsung yang menampilkan pilihan "blokir nomor". Setiap nomor yang mengandung unsur penipuan, dan promosi "sampah" langsung saya masukan ke dalam black list. Secara perlahan, saya boleh berkata sayonara terhadap nomor **bleep**.


Kalau ada yang punya pengalaman lain, silakan di-share untuk pembelajaran bersama.

Salam hangat,
Fredy Frits Maunareng
5 Komentar
Highlighted
Expert Level 5
858 kalau di telkomsel memang dial utk mentransfer dan meminta pulsa, biasa nya memang cara nya seperti itu, jangan mudah terpedaya dgn nomor yg tdk dikenal dan meminta anda melakukan hal yg belum pernah dilakukan
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
makanya saya kalau beli pulsa saya langsung habisin buat beli paketan bulanan biar ga kaya gitu entah penipuan atau emang disedot
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 3
Note: Kata-kata yang disensor bertuliskan p3nipu.
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 6
kalau saya simpel aja
sms dari nomor gak terdaftar ya saya abaikan
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 2
ane sih udah tau pasti spam itu, dari pengirimnya aja bukan nomer resmi malah nomer orang biasa
Balas
Memuat...