Highlighted
Expert Level 5

Dark Mode: Mengkajinya dari Sisi Desain dan Kesehatan

image


Winnetnews.com - WhatsApp resmi merilis fitur dark mode pada 4 Maret 2020 lalu. Fitur ini begitu digemari karena dianggap tidak menyilaukan mata dengan latar yang gelap dan baterai juga akan relatif lebih tahan lama.

Secara singkat bisa dibilang 2019 adalah puncak dari popularitas dark mode, terlebih ketika Apple pada iOS 13 menambahkan fitur ini dan kemudian disusul Android Q. Aplikasi-aplikasi populer lain seperti Gmail, Slack, Soundcloud, versi mobile Microsoft Office, dan Google Chrome pun turut serta dalam menawarkan fitur dark mode dalam aplikasi mereka.

Dalam Mac OS, Apple sebenarnya sudah menawarkan fitur dark mode secara sebagian pada 2018, hingga akhirnya pada 2019, merilis fitur dengan sepenuhnya dark mode.

Mengacu pada situs Darkmodelist, yang secara khusus memberikan daftar aplikasi-aplikasi populer yang telah memiliki fitur dark mode, saat ini tercatat terdapat 92 aplikasi yang menawarkan fitur ini. The Wall Street Journal menyebut seluruh aplikasi harusnya memiliki fitur dark mode, tapi kemudian langsung dikritik karena aplikasi Wall Street Journal sendiri belum menawarkan dark mode.

Pada Android, Google, secara resmi telah mengonfirmasi bahwa penggunaan dark mode dapat membantu daya tahan baterai menjadi lebih awet. Dan ketika Apple merilis dark mode baru untuk Mac OS akhir tahun lalu, mereka menyebutnya dengan tawaran promosi, memudahkan mata dan membuat bekerja lebih fokus.

Secara Desain

Dr. Sally Augustin yang merupakan seorang psikolog desain lingkungan, sebagaimana dilansir dari Observer, menurutnya kecerahan dan warna dalam desain dapat menimbulkan emosi tertentu, sehingga menonaktifkannya akan membuat pengguna tidak merasakan emosi tersebut.

"Ada banyak penelitian yang menghubungkan saturasi warna, kecerahan dan rona dengan respon kognitif tertentu," jelas Augustin. "Warna seperti merah dan biru memiliki implikasi emosional karena tingkat kejenuhan dan kecerahannya."

“Ini tentunya menjadi batasan pada grafik, jenis huruf dan teks pada layar sebagai elemen utama dalam aplikasi bertema dark mode yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan emosi yang ingin ditonjolkan ke pengguna,” lanjut Augustin.

Selain tidak banyaknya warna dalam aplikasi dark mode, nyatanya warna hitam sebagai fokus dalam desain layar dapat memicu klaustrofobia. Augustin menjelaskan bahwa warnanya, seperti halnya cat dinding, warna gelap akan cenderung membuat ruangan tampak lebih kecil.

Dalam desain, dark mode juga memiliki sisi positif. Augustin percaya warna terang menciptakan besarnya kemungkinan untuk seseorang terdistraksi, seperti halnya strategi marketing yang dilakukan Apple untuk dark mode pada Mac OS.

Secara Kesehatan

Meskipun digemari banyak orang, sejumlah penelitian malah mengemukakan bahwa fitur dark mode memiliki risiko kesehatan sendiri. Adam Engst dikutip dari Tidbits menjelaskan layar dengan latar belakang dark mode justru dapat mengganggu produktivitas pengguna.

Engst bahkan mengkritik promosi yang dilakukan berbagai aplikasi populer terkait dark mode adalah hal yang konyol. Menurutnya, beberapa orang yang mengklaim menggunakan dark bermanfaat dalam memudahkan penglihatan itu tidak sepenuhnya benar

Berdasarkan beberapa penelitian, Engst berpendapat teks hitam pada latar belakang putih lebih baik baik dibanding teks putih pada latar belakang hitam. Menurutnya tampilan gelap-terang atau polaritas positif dalam mode terang (light mode) akan memberikan kinerja yang lebih baik, terutama dalam memberi fokus mata, mengidentifikasi huruf, menyalin huruf, memahami teks, dan membaca dengan cepat.

Penelitian lain bahkan menunjukkan penggunaan tampilan polaritas positif hanya sedikit menimbulkan kelelahan mata. Meski banyak orang menganggap dark mode dapat mencegah hal tersebut, Engst menilai fitur tersebut tidak akan membantu mengurangi kelelahan mata setelah menghabiskan waktu menatap layar sepanjang hari.

Dikutip dari Phone Arena, penelitian dan survei ilmiah lain menyimpulkan bahwa otak manusia akan cenderung mendukung citra gelap yang ditampilkan di atas latar yang cerah. Alasannya ialah pada evolusi manusia sebagai spesies homo sapiens yang biasa beraktivitas sepanjang hari.

Dalam penelitian tersebut juga disimpulkan bahwa otak manusia bekerja lebih baik ketika terkena polaritas positif atau light mode, bukan melalui. negatif atau dark mode

Sumber :
https://www.winnetnews.com/post/dark-mode-mengkajinya-dari-sisi-desain-dan-kesehatan

__________________________________________________

Well, kalau saya sih suka dark mode, tp bukan berarti dark mode itu harus hitam. Menurut saya, ya, dark mode itu warna gelap. Pasti ada kekurangan dan kelebihannya jg. Jadi balik lagi ke pribadi masing² sih. Bagaimana pendapat kalian?
21 Komentar
Highlighted
Expert Level 5
teruji lebih awet 😂👍
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
lebih awet untuk hp. kalau untuk mata, yah gak tau deh, saya bukan dokter soalnya 🤣🤣🤣
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
ia untuk hp . kalo mata masih sama lelah jg kalo kelamaan
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
betul banget bro 😄👍
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 6
lebih awet
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
iya, lebih awet buat battery hpnya 🤭😁
Balas
Memuat...
Highlighted
Active Level 8
sama aja, dark mode atau tidak.
baterai hematnya kerasa, kalau lebih sering sleep 😂😂😂
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
hahaha setuju saya ini 😁😂😂
Balas
Memuat...
Highlighted
Expert Level 5
nyimak 😁🤭
Balas
Memuat...