Expert Level 5

image

Hi Samsung Members,

Perkenalkan saya REEF dari Samsung Members Indonesia. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak untuk Samsung Indonesia karena sudah mengundang dan memberikan kesempatan ekslusif yang sangat istimewa bagi saya sebagai Samsung Members untuk mengikuti Event Samsung Galaxy Note20 Series Local Launch pada tanggal 18 Agustus 2020 secara virtual.

Disini saya akan mencoba review salah satu produk ponsel flagship terbaru dari Samsung Note20 Series yaitu Samsung Galaxy Note20 Ultra.

Bagi saya, ponsel Samsung Galaxy Note20 Ultra adalah ponsel flagship yang serba bisa dan sudah sangat perfect untuk mendukung pekerjaan maupun kegiatan saya sehari-hari seperti bermain game. Selain tampilannya yang sangat premium dan lebih elegan dari seri sebelumnya, Galaxy Note20 Ultra ini juga memiliki fitur produktifitas yang sangat lengkap apalagi sudah didukung dengan performa cepat serta kamera maupun layar yang sangat baik dan berkualitas.

Meski dibanderol dengan harga yang mencapai hampir Rp. 20 juta, tentunya Galaxy Note20 Ultra ini layak kita perhitungkan karena memiliki banyak keunggulan yang akan kita dapatkan diperangkat ini. Bagi members yang penasaran dengan berbagai fitur andalan yang dimiliki pada perangkat ini, saya akan mengulasnya lebih lanjut dibawah ini :



1. Desain

image

Pertama kali saya melihat tampilannya pada acara virtual local launch, jujur saya sangat terkesima melihatnya karena bagi saya ini sangat keren banget dan understated untuk menunjang segala produktifitas saya sehari-hari.

Samsung Galaxy Note20 Ultra hadir dengan warna unggulan seperti Mystic Bronze yang tampil kalem dan terlihat lebih elegan. Ditambah dengan finishing doff yang sepertinya diberi lapisan ekstra, membuatnya tidak mudah kotor atau membekas sidik jari. Sudut-sudutnya dibuat lebih tegas dengan sisi kiri dan kanan yang dibuat melengkung agar lebih nyaman digenggam. Bagian depan dan belakang menggunakan material kaca Corning Gorilla Glass Victus yang diklaim jauh lebih tahan ketika terjatuh, dan dikombinasikan dengan bingkai berbahan stainless steel sehingga pada bagian kaca belakang maupun bezel, saya rasa akan terbebas dari goresan halus sekalipun walau cukup sering terkena permukaan keras sehari-hari

image

Bingkai kamera belakangnya pun dibuat selaras menggunakan warna bronze yang menambah kesan premium. Hanya saja ketebalannya sedikit melewati S20 Ultra dan membuatnya tidak stabil ketika semisal ingin menulis dengan S-Pen saat smartphone diletakkan di atas meja. Omong-omong soal S-Pen, lokasinya kini berpindah ke sebelah kiri, dari yang sebelumnya konsisten di sebelah kanan.

Pengguna Galaxy Note seri sebelumnya mungkin perlu beberapa waktu untuk membiasakan perpindahan ini dan saya pribadi bisa menyesuaikan dengan cepat. Tapi yang saya sayangkan adalah posisi speaker juga diletakkan disebelah kiri, sehingga bagi members yang punya kebiasaan memegang satu tangan dengan keliling kanan berada dibody bawah smartphone atau ketika lagi ngegame posisi landscape akan mudah tertutup oleh jari maupun telapak tangan. Meski ada fitur one-handed mode, bukan berarti perangkat ini nyaman untuk digunakan dengan satu tangan karena ponsel ini mempunyai dimensi yang sangat bongsor dengan berat 208 gram.


2. Layar

image

Samsung Galaxy Note20 Ultra mempunyai layar yang hampir serupa dengan Galaxy S20 Ultra dengan menggunakan teknologi Dynamic AMOLED 2X dan layar 1440p yang dimilikinya punya bentang luas 6,9 inchi dan sudah mendukung high refresh rate mencapai 120Hz. Dengan adanya touch sampling 240Hz juga tentunya memberikan efek gerakan stylus S-Pen yang lebih akurat. Sudah mendukung konten HDR10+ dan bisa menyala terang sampai 1500 nits hingga diperlukan. Berbeda dengan flagship sebelumnya, mode high refresh rate pada Galaxy Note20 berjalan secara adaptif.

Tak hanya fix antara 60Hz & 120Hz, Samsung mengklaim refresh rate-nya bisa lebih variatif, seperti 10Hz saat melihat foto atau 30Hz untuk aplikasi yang dominan menampilkan teks. Hal ini bisa berdampak baik pada ketahanan baterainya. Sama seperti sebelumnya, mode HRR hanya bisa berjalan di resolusi 1080p. Bezel di keempat sisinya dibuat sangat ramping, sehingga jangan membayangkan kalau smartphone ini jauh lebih besar dari ukuran layarnya saja. Sangat nyaman untuk konsumsi multimedia, main game atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, tanpa perlu zoom in/out teks dokumen terlalu sering. Apalagi ditambah dengan setup speaker stereo yang sudah mendukung efek Dolby Atmos.

Selain itu, kedua sisinya memiliki desain curved yang lebih terlihat daripada S20 Ultra. Membuatnya sangat premium, namun menghadirkan sebuah persoalan tambahan. Mungkin karena dimensinya yang besar nan lebar, sehingga saat saya menggunakannya untuk mengetik pesan, sudut ini terkena telapak tangan, membuat saya tidak sengaja mengirim emoji atau stiker di WhatsApp dan seharusnya bug seperti ini dapat diperbaiki lewat optimalisasi palm rejection di software berikutnya.


3. Kamera

image

Samsung Galaxy Note20 hadir sebagai penyempurnaan, tapi sensornya malah berkurang. Ya, jika dilihat di bagian belakangnya, smartphone ini memang hanya memiliki tiga sensor. Sensor utamanya sama persis dengan S20 Ultra, punya resolusi 108MP dengan dimensi 1/1,33 **bleep** f/1.8, ditemani dua sensor lain yang beresolusi 12MP. Ada kamera ultra wide-angle f/2.2, lalu sebuah sensor periskop 5x optical zoom f/3.0 yang dapat diperbesar sampai maksimum 50x secara digital. Baik sensor utama dan periskop dilengkapi dengan PDAF dan Sementara sensor 3D time of flight dihilangkan diseri ini.

Kini objek dekat maupun jauh sudah cukup jarang untuk salah fokus hingga terkadang masih ada terutama ketika kita berfoto dikaca atau foto potret dikondisi cahaya cukup, hanya perlu tap to focus untuk mengkoreksinya. Sensor utamanya yang besar membuat hasil foto Galaxy Note20 Ultra berkualitas dihampir segala kondisi. Ketika cahaya memang sangat gelap, night mode hadir untuk tingkatkan penangkapan cahaya tanpa berusaha membuat foto jauh lebih terang sehingga nampak kurang realistis. Kita juga bisa menghasilkan foto dengan efek bokeh kuat secara natural, kombinasi sensor dan diafragma yang besar.

Permasalahan yang saya temukan dengan hadirnya satu kamera telefoto 5x optical zoom agak sulit ketika ingin hasilkan foto potret 2x zoom berkualitas dan di Galaxy Note20 Ultra, otomatis pilihannya hanya gunakan zoom digital. Mode profesional untuk foto juga hanya tersedia di sensor utama tanpa opsi tambahan seperti focus peaking

Sementara kamera depannya hanya beresolusi 10MP f/2.2, alias seperempat dari resolusi yang ditawarkan S20 Ultra. Tapi ketika dilihat hasilnya, perbedaan hampir tidak terlihat. Justru kamera depannya kini mendukung dual pixel PDAF, sehingga hasil foto selfie tetap tajam meski jarak wajah dengan kamera variatif. Kamera depannya juga sangat optimal ketika digunakan untuk panggilan video lewat Google Duo, sebuah hal penting terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Secara keseluruhan, kualitas kameranya tentu meningkat dari Galaxy S20 Ultra, membuat smartphone ini sejajar dengan flagship lain dalam hal versatilitas. Ini baru untuk foto, sementara untuk kemampuan video, tingkatannya lebih jauh lagi. Tidak hanya bisa berpindah antar sensor, selama perekaman, pengguna bebas berpindah kamera depan maupun belakang. Bisa dilakukan dengan gestur dari S-Pen pula.

Perekaman tertinggi bisa mencapai resolusi 8K 24fps (atau 4K 30/60fps). Dan untuk para kreator konten profesional, disediakan mode Pro Video dengan banyak variabel yang bisa dikustomisasi. Selain ISO, shutter speed dan fokus manual, Samsung memberikan opsi untuk mikrofon yang ingin digunakan depan maupun belakang, bahkan menggunakan tambahan dari port USB-C maupun Bluetooth. Dua opsi terakhir tersebut memudahkan pengguna untuk melakukan perekaman video dengan kualitas audio yang diinginkan meski smartphone diletakkan jauh dari sumber suara, lalu juga ada opsi untuk menampilkan histogram serta zoom slider yang bisa kita atur seberapa cepat tingkatan zoom-nya untuk efek yang lebih halus.


4. Fitur

image

Samsung Galaxy Note20 Ultra sudah membawa beragam fitur-fitur baru dengan menjalankan One UI 2.5 berbasis Android 10 seperti mode kamera profesional untuk video, serta Quick Share yang berfungsi menyerupai AirDrop untuk kirim file ke sesama pengguna Samsung. Perangkat lunak terbaru ini juga hadirkan fitur Wireless Dex, sehingga tak perlu lagi menggunakan konektor kabel atau docking khusus untuk menampilkan ‘fungsi komputer’ ke smart TV (yang tentunya mendukung).

Nah, fitur produktivitas yang diunggulkan pada Galaxy Note20 Ultra umumnya terdiri dari Samsung DeX, S-Pen serta Samsung Notes. Untuk DeX sendiri, sayangnya smart TV yang ada baik di rumah dan kantor tidak mendukung fitur Wireless Dex, sehingga hanya bisa mencoba menggunakan kabel.

Tampilan DeX sekarang sudah jauh lebih sempurna dibandingkan versi terdahulu. Kini lebih banyak aplikasi Android yang kompatibel, tampilannya dibuat lebih mudah untuk bernavigasi dan lainnya yang membuat layar TV seperti sedang menjalankan sebuah modul CPU untuk komputer. Ketika tidak sedang membawa tetikus (mouse), layar smartphone bisa digunakan sebagai touchpad, mendukung multi-finger gesture untuk pintadan tertentu.

Khusus di Note20 Ultra, latensi untuk S-Pennya sendiri berhasil direduksi menjadi 9ms. Dengan begitu, stylusnya diklaim sama responsifnya selayaknya menulis di kertas secara langsung. Hal ini dicapai berkat touch sampling rate yang tinggi serta AI yang dapat memprediksi gerakan selanjutnya ketika S-Pen digerakkan.

Samsung juga berikan gimmick dimana akan muncul efek suara ketika stylus digunakan, seolah-olah sedang menulis dengan pensil. Selain menulis, S-Pen di Galaxy Note20 Ultra juga punya banyak fungsi lain. Selain bisa menjadi trigger untuk kamera, juga ada fitur Air Gesture dimana pengguna dapat menggerakkan S-Pen dengan arah tertentu untuk ambil screenshot, kembali ke homescreen dan lainnya. Saya sendiri tidak punya bakat untuk menggambar atau bukan mantan pengguna smartphone Windows Mobile dengan stylus. Namun tiap kali menggunakan produk Samsung dengan S-Pen selalu saya manfaatkan untuk permudah kegiatan.

Samsung Notes juga kini lebih fungsional. Selain screen-off memo, juga tersedia fitur untuk meluruskan tulisan tangan, jadi tidak perlu khawatir kalau skill menulis kurang tinggi. Selain diluruskan, juga bisa diubah menjadi teks yang siap disalin ke aplikasi lain. Pencatatan juga bisa lebih terstruktur dengan folder dan nantinya catatan yang ada di Samsung Notes juga bakal dapat diintegrasikan dengan OneNote dari Microsoft. Dan sebuah fitur yang cukup membantu bagi saya adalah fitur Audio Bookmark. Kalau members sering lupa dengan jalannya catatan yang dibuat, audio bookmark dapat merekam jalannya proses pencatatan lengkap dengan video. Setelah pencatatan selesai, kita dapat memutar ulang jalannya catatan dari awal mengikuti proses perekaman suara.


5. Performa

image

Untuk performa Samsung Galaxy Note20 Ultra ini sama seperti flagship Samsung lainnya, Samsung Galaxy Note20 Ultra hadir dalam dua varian chipset yaitu Snapdragon 865 Plus untuk pasar Amerika Serikat, dan Exynos 990 untuk versi Global, tentunya Indonesia kebagian versi Exynos.

Dengan begitu, secara performa harusnya sama saja dengan S20 Ultra sebelumnya. Sedikit disayangkan, karena varian Global setidaknya bisa merasakan peningkatan clock speed pada CPU. Sebetulnya tidak ada masalah dengan performa dari Exynos 990, apalagi dipasangkan dengan RAM 8GB LPDDR5 serta penyimpanan UFS 3.0 yang punya kapasitas dua kali lipat dari S20 Ultra, yaitu 256GB.

Secara software, harusnya lebih ‘berat’ dari Galaxy S20 series mengingat smartphone ini selalu siaga menjalankan aplikasi untuk S-Pen setiap saat. Namun secara umum, saya tidak menemukan perbedaan performa, alias sama-sama ngebut. Dipakai main game mulai dari Mobile Legends sampai PUBG Mobile dengan pengaturan grafis tinggi terasa sangat lancar.

Dan sudut atas serta bawah smartphone ini cukup nyaman menempel di telapak tangan (kecuali peletakan speaker bawah yang menurut saya kurang pas ya), juga tidak mudah panas kecuali saat menggunakan kameranya secara intensif.

Yang sedikit kurang adalah performa fitur lainnya yaitu in-display fingerprint sensor di Galaxy Note20 Ultra yang sama-sama menggunakan teknologi ultrasonic yanh pendeteksiannya hampir 100% akurat. Namun tak jarang saya harus meletakkan jari lebih lama, terkadang sampai satu detik lebih sampai kunci layar terbuka.


6. Baterai

image

Bicara masalah performa baterai di Samsung Galaxy Note20 Ultra situasinya sangat berbeda ketimbang dengan Samsung Galaxy S20 Ultra yang sangat memuaskan dengan daya tahan cukup prima dan pengecasan hingga 45W. Mungkin inilah yang harus dibayar ketika desainnya dibuat lebih tipis, lebih ringan dan sudah termasuk ruang khusus untuk meletakkan stylus S-Pen.

Dimensi baterai terpaksa harus dipangkas sehingga membuatnya memiliki kapasitas yang lebih kecil yaitu 4.500 mAh dan terbilang sangat modis, terutama untuk menjalankan layar besar dengan refresh rate atau resolusi tinggi bahkan kalah dari seri kelas menengahnya yang rata-rata sudah berkapasitas 5.000 mAh.

Walaupun chipset yang dibawa flagshipnya ini punya efisiensi daya yang lebih baik, namun apakah dapat banyak membantu? Untuk pemakaian ringan dengan menggunakan kamera sesekali, media sosial dan email intensif, plus sesekali mengeluarkan S-Pen untuk mencatat, Galaxy Note20 Ultra bisa tahan seharian dengan screen on-time 4 – 4,5 jam. Sementara kalau dipakai lebih intensif, termasuk sesi Zoom call 1 – 1,5 jam, baterai akan habis sebelum jam 9 malam alias tidak sampai satu hari penuh. Penggunaan tersebut dengan catatan AOD aktif, refresh rate 120Hz serta tanpa mode hemat daya tertentu.

Samsung memberikan opsi untuk menurunkan performa CPU di mode baterainya dan adaptive power saving yang tentunya bisa memperpanjang masa pakai. Bisa dicoba, namun di sini saya hanya ingin membuktikan masa pakainya ‘as is’, tanpa penghematan performa maupun fitur.

Sedikit kekecewaan kembali timbul saat perlu mengisi daya smartphone ini menggunakan GaN charger 65W. Saat isi daya Galaxy Note20 yang muncul hanya notifikasi “Super fast charging” tanpa embel-embel 2.0 di belakangnya. Ya, smartphone ini hanya mendukung fast charging 25W. 30 menit bisa mengisi daya -+ hampir 50%, sementara hingga penuh perlu waktu sekitar 90 menit.

Akan sangat membantu bila baterainya yang tidak seberapa irit dapat diisi dengan sangat cepat, terutama dalam situasi dimana flagship lain sudah mulai mengimplementasi 65W. Sementara di sisi lain, Galaxy Note20 Ultra juga tetap mendukung fast wireless charging 15W dan reverse wireless charging 4,5W.


Kesimpulan

image

Bagi saya, Samsung berhasil menghadirkan sebuah smartphone flagship terbaiknya untuk semester kedua tahun 2020 ini yang dikemas dalam sebuah perangkat yang mempunyai desain timeless nan menarik. Fitur produktivitasnya semakin baik, jauh melampaui generasi sebelumnya lewat S-Pen dan perangkat lunak yang ditingkatkan.

Namun tak hanya sampai di situ, perangkat ini juga bisa menghadirkan keunggulan yang dibawa seri Galaxy S ke seri Note bahkan memperbaiki hal-hal yang kurang seperti menambahkan laser autofocus maupun menghapus fitur yang tidak perlu seperti 100x Space Zoom dan menggantikannya dengan fitur tambahan seperti Pro Video mode dengan input audio fleksibel. 

Banyak sekali target market yang bisa disasar oleh flagship yang satu ini seperti pekerja profesional, kreator konten, visual artist sampai yang membutuhkan smartphone dengan fungsi multimedia terbaik. Meski begitu, dengan harga yang tinggi ternyata masih ada ‘harga’ yang harus ditebus seperti daya tahan baterai yang kurang bagus. Selain itu, Samsung Galaxy Note20 Ultra tentu layak menyandang gelar salah satu smartphone terbaik di tahun 2020.


Spesifikasi Samsung Galaxy Note20 Ultra

image

image

image

image

7 Komentar
Expert Level 5
wuidii mantabb bang reeff
smoga menangg yaa bang 🙏🙏🙏
Balas
Memuat...
Expert Level 1
mantapppp,👍👍 good luck ,kawan
Balas
Memuat...
Expert Level 1
mantapppp,👍👍 good luck ,kawan
Balas
Memuat...
Expert Level 1
goodluck mas REEF....👏👏👏
Balas
Memuat...
Community Manager

Wahh mantaappp. goodluck masterr!

Balas
Memuat...
wah.. kode ini klo ModID_02 udah coment pasti sebentar lagi pengumuman... 🤣🤣🤣🤣
Balas
Memuat...
Expert Level 5
mantap memang👍👍
Balas
Memuat...