Topik awal:

Fitur Smartphone Kekinian, Kalian Punya?

(Topik dibuat pada: 07-13-2021 05:04 PM)
LuckySebastian
Active Level 4
Pilihan
Galaxy A

Fitur Smartphone Kekinian

Saat pandemi ini, ternyata penjualan smartphone malah laris. Ini karena banyak orang yang sebelumnya harus bekerja ke kantor, menjadi bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home).

Demikian juga para pelajar, yang tidak lagi memasuki ruang kelas, tetapi belajar lewat internet.

 

Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, banyak vendor smartphone me-release smartphone-smartphone baru untuk menarik banyak pengguna.

Persaingan smartphone sekarang semakin ketat, sehingga banyak vendor berlomba-lomba membenamkan spesifikasi dan fitur terbaru untuk bersaing. Fitur-fitur smartphone yang biasanya hanya diperuntukkan untuk versi flagship atau versi tertinggi, sekarang segera diturunkan ke versi mid atau entry level untuk lebih memikat.

 

Bagi para calon pembeli smartphone sekarang, ini rangkuman beberapa fitur/teknologi baru yang bisa menjadi acuan untuk menjadi pertimbangan memilih smartphone kekinian.

 

1.Refresh Rate Tinggi

Fitur kekinian yang banyak dibawa smartphone baru sekarang adalah refresh rate tinggi.

Standarnya smartphone kita itu refresh ratenya 60Hz. Jadi dalam 1 detik, 60 kali layar mengupdate informasinya.

Kalau tidak ada data baru, maka data yang lama tetap dirender ulang.

Refresh Rate 60Hz ini masih bisa diikuti oleh mata kita, sehingga saat scrolling setiap perubahan layar akan terlihat, termasuk saat layar lambat mengupdate datanya, yang sering kita sebut lag, delay, stutter, atau tidak mulus geraknya.

 

Untuk pergerakan layar yang mulus ini diperlukan refresh rate lebih tinggi, misalnya 90Hz atau 120Hz.

Refresh Rate 120Hz berarti layar mengupdate informasinya 2x lipat dari biasanya, akibatnya mata kita tidak lagi bisa melihat perubahannya dan gerakan menjadi terlihat mulus atau smooth.

Refresh Rate tinggi ini juga berguna untuk gaming, untuk game yang bisa dimainkan dengan FPS di atas 60Hz, sehingga gerakan pada game menjadi lebih nyata.

Karena kalau game bisa dijalankan dengan FPS (Frame per Second) di atas 60 FPS, misalkan 90 FPS, sementara layar refresh ratenya masih 60Hz, maka game akan berjalan di 60 FPS.

 

LuckySebastian_0-1626169263920.jpeg

 

Untuk smartphone hi-end seperti Galaxy Note 20 Ultra dan Galaxy S21 Ultra, refresh rate ini bisa berubah-ubah frekuensinya mengikuti konten yang ditampilkan layar, misal saat menonton film hanya 24-30Hz, saat membaca cukup belasan Hz, dan saat scrolling, bermain game, menjadi 120Hz.

 

Ini karena penggunaan bahan backplane yang berbeda, yang istilah umumnya disebut LTPO, low-temperature polycrystalline oxide.

Samsung menggunakan bahan sejenis yang dinamai HOP, Hybrid Oxide Poly-Silicon.

Perubahan frekuensi ini menolong device lebih menghemat baterai, karena refresh rate tinggi memakan daya lebih banyak, tetapi ketika sudah terbiasa dengan refresh rate tinggi, memang sulit kembali ke refresh rate standar.

 

Bicara refresh rate tinggi ini, dari yang saya coba di banyak smartphone, teknologi HOP di Samsung ini adalah refresh rate terbaik. Tidak semua device walaupun mendukung refresh rate tinggi bisa mengaktifkannya di semua aplikasi, tetapi Samsung bisa.

 

Kemudian kalau kita aktifkan sensor petunjuk di layar, saat scrolling kecepatannya naik ke 120 Hz tapi saat berhenti dia akan turun, dan ketika jari kita menggerakkannya lagi, langsung kecepatannya tinggi lagi.

Secret sauce dari pergerakkan yang mulus dan cepat saat kita gerakkan layar di Samsung flagship adalah naiknya FPS mengikuti refresh rate.

 

 

2.Layar AMOLED

Layar AMOLED, active-matrix organic light-emitting diode, ini sering diidentikkan dengan smartphone brand Samsung sebelumnya, karena sejak awal, ketika brand lain menggunakan layar LCD, Samsung sudah menggunakan panel AMOLED dan mengembangkan teknologinya.

 

Sejak awal Samsung percaya layar AMOLED adalah layar masa depan, sehingga sebelum android dimulai pun Samsung sudah menggunakannya. Saya termasuk yang awal-awal sering mengejek layar Samsung dangdut, karena warna AMOLED waktu itu sangat pop up, bahkan seperti neon sign.

Tapi lambat laun saya semakin mengerti soal layar, saya menghargai teknologi ini dan turut mempercayainya sebagai layar masa depan.

 

Jarangnya smartphone, terutama yang berharga terjangkau, menggunakan layar AMOLED, karena layar ini cenderung lebih mahal.

Tetapi sekarang banyak vendor juga menggunakannya, termasuk di smartphone mid-range. Ini menandakan panel layar AMOLED sekarang sudah lebih murah karena diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan dibuat juga banyak pabrikan lain.

Samsung sendiri semakin lebar menggunakan AMOLED untuk berbagai tipe smartphone nya, dan yang terakhir Galaxy A22 sudah menggunakannya juga.

 

LuckySebastian_1-1626169263929.jpeg

 

 

Mengapa AMOLED?

Berbeda dengan LCD yang membutuhkan lampu backlight sebagai penerang (bayangkan seperti pertunjukkan wayang kulit yang di belakang layar harus ada lampu penerang), layar AMOLED setiap pixelnya bisa berpendar sendiri. Panel AMOLED memiliki banyak kelebihan, diantaranya warna-warnanya lebih menonjol, kecerahan dan kontrasnya lebih baik dibanding LCD.

Karena tidak membutuhkan backlight, panel AMOLED bisa dibuat jauh lebih tipis dibanding LCD, sehingga vendor bisa membuat smartphone lebih slim, memanfaatkan ruang yang ada untuk membenamkan baterai lebih besar misalnya, bahkan ada tipe flexible AMOLED, panel AMOLED yang setipis kertas tissue, sehingga bisa dibuat lengkung atau dijadikan layar smartphone lipat.

 

LuckySebastian_2-1626169263936.jpeg

 

 

Sekarang ini sensor sidik jari di bawah layar baru bisa dilakukan di layar AMOLED, sebentar lagi akan hadir kamera selfie di bawah layar yang saat tidak sedang digunakan tidak akan tampak lubangnya. Teknologi baru ini juga baru bisa dilakukan di layar AMOLED.

 

Layar AMOLED mempunyai kontras yang sangat besar, karena untuk warna hitam dia bisa mencapai warna hitam yang benar-benar hitam dengan mematikan pixelnya, sehingga didapat kontras hampir tak terhingga.

Karena bahannya organik, maka bahan layar AMOLED juga bisa diganti, ini yang menyebabkan mengapa layar AMOLED yang sudah bagus, setiap tahun akan lebih bagus lagi, lebih kaya warna, lebih tepat gamutnya, dan lebih terang.

 

Dibanding layar LCD, dengan kecerahan yang sama, kita akan merasakan bahwa layar AMOLED akan lebih terang sehingga tidak perlu slider kecerahannya terlalu besar. Sekarang ini kecerahan layar AMOLED sudah sampai di atas 1000 nits atau cd/m2 atau candela per meter persegi. Galaxy S21 Ultra sudah 1500 nits.

 

Apa sih nits?

Nits atau cd/m2 adalah satuan terangnya cahaya berdasarkan terangnya lilin. Jadi 1 cd/m2 itu dalam area 1m x 1m diterangi oleh 1 buah lilin.

Nah 1500 nits itu kira-kira terangnya sama dengan di dalam area 1m x 1m tersebut dinyalakan lilin sebanyak 1500 buah.

Kita mati lampu saja pasang 1 lilin sudah cukup membantu untuk bisa melihat, bayangkan dengan 1500 lilin.

 

LuckySebastian_3-1626169263965.jpeg

 

 

Kecerahan tinggi di atas 1000 nits ini menjadi syarat untuk smartphone bisa mendapat sertifikasi HDR 10 atau HDR 10+.

Fungsi praktis kecerahan tinggi ini untuk tetap bisa melihat layar dibawah terik matahari, fungsi lainnya berkaitan dengan menikmati film dengan dukungan HDR.

Saat ada adegan sorot cahaya matahari, atau ledakkan, karena terangnya layar, mata kita bisa berkedip, dan ini membawa suasana menonton yang lebih hidup.

 

Jadi layar AMOLED dengan berbagai kelebihannya bisa dikatakan layar yang akan digunakan semakin umum dari sekarang hingga tahun-tahun mendatang.

 

 

3.Dual Speaker / Dolby Atmos

Smartphone sekarang sudah menjadi device yang diandalkan banyak orang, termasuk menikmati hiburan seperti menonton, streaming, mendengarkan musik, dan bermain game.

Sudah semakin umum kalau sekarang smartphone dilengkapi dengan dual speaker, agar suara yang dihasilkan lebih lantang.

Dengan fitur seperti Dolby Atmos, suara bisa diatur sedemikian rupa sehingga seolah-olah kita berada pada tayangan yang ditampilkan. Misalnya saat bermain game, akan mengetahui musuh ada di sebelah mana dari suara langkahnya.

 

LuckySebastian_4-1626169263980.jpeg

 

 

Saat menonton film, suara pintu berderit di belakang, sumber tembakan dari samping, deru kendaraan melintas dan menjauh, dan lain sebagainya akan mengikuti tayangan, sehingga kita merasa ada di dalam adegan yang sedang terjadi.

 

Ada yang bilang kalau dual speaker Samsung salah arah, karena speaker utama di frame bagian bawah mengeluarkan suara ke arah kanan, sementara speaker utama menyatu dengan speaker kuping, sehingga arahnya ke arah pengguna, harusnya speakernya ke arah samping kiri.

Tetapi sebenarnya arah speaker seperti ini sangat membantu untuk mendengar suara percakapan, akan terdengar lebih jelas, juga untuk vokal pada penyanyi lagu. Keseimbangan suaranya sendiri otomatis sudah diatur oleh Dolby Atmos.

Keistimewaan ini tidak di dapat oleh speaker stereo dari kiri dan kanan, apalagi tanpa Dolby Atmos.

 

Jika tidak memiliki dual speaker, fitur seperti Dolby Atmos bisa dinikmati juga dengan earphone.

Bagi para penyuka musik, tidak hanya Dolby Atmos, ada juga kerjasama vendor dengan brand audio yang dikenal untuk men-set suara yang dihasilkan lebih baik standarnya, misalnya tuned by AKG atau Harman Kardon. Ini juga boleh menjadi pilihan.

 

 

4.Widevine L1.

Industri hiburan kita sudah bergerak berbeda, layanan film-film di televisi sudah banyak ditinggalkan, termasuk TV kabel. Sekarang eranya VOD atau video on demand. Kita bisa menyewa film-film bioskop dari layanan Google atau berlangganan streaming bulanan seperti Netflix, Disney+, Amazon Prime, HBO dll.

Di dalamnya terdapat ratusan ribu film yang bisa kita pilih, dari film bioskop, dokumenter, film seri, dan banyak lagi.

 

LuckySebastian_5-1626169263987.jpeg

 

 

Tetapi tidak semua device atau smartphone punya “izin” yang sama untuk memutar film tersebut dengan resolusi dan suara terbaiknya. Ini karena faktor security yang harus didaftarkan vendor ke Google salah satunya, untuk device dinyatakan aman sesuai aturan menghindari copyright pembajakan konten, yg dikenal dengan DRM atau Digital Rights Management.

Makanya secara standar, film seperti di Netflix, Disney, dll yang sedang kita streaming tidak bisa di rekam atau di capture.

 

Tanpa izin Widevine dengan kelas L1, streaming tidak bisa dilakukan dengan resolusi tinggi walau device kita memiliki layar dengan resolusi yang cukup, misalnya layar FHD+ hanya diberi izin memutar film dengan resolusi SD, yang hanya ⅙ nya.

Jadi kalau kita membeli device dengan tujuan streaming VOD, izin Widevine L1 ini harus diperhatikan, bukan sekedar memperhatikan spesifikasi resolusi layar saja.

 

 

5.Baterai Kapasitas Besar

Sekarang ini baterai smartphone berukuran di bawah 4000 mAh saja sudah dianggap kecil. Ini karena pengguna smartphone semakin masif bergantung padanya. Lebih 2 tahun lalu dikabarkan rata-rata setiap orang sehari 150 kali mengecek smartphonenya, sekarang ini pasti lebih banyak lagi.

Diperkirakan rata-rata orang bisa menggunakan smartphonenya 5 jam sehari, untuk berbagai keperluan, dari urusan pekerjaan hingga hiburan, tingkat penggunaan smartphone ini menanjak saat pandemi.

 

LuckySebastian_6-1626169263991.jpeg

 

 

Untuk itu para vendor sekarang membenamkan baterai yang besar, karena baterai dengan kapasitas besar ini bisa menarik pembeli.

5000 mAh, 6000 mAh, bahkan 7000 mAh kapasitas baterai smartphone sekarang tersedia, seperti yang digunakan Galaxy M62. Baterai besar ini juga memberikan rasa aman bagi para pengguna bahwa mereka tidak akan kehabisan baterainya di tengah jalan atau pekerjaan. Mereka yang bekerja banyak di luar kantor, jarang menemukan colokan, semakin membutuhkan kapasitas baterai besar.

 

Memang ada power bank, tetapi kerepotan mencolok, bergelantungan kabel dan membawa 2 device juga menjadi pertimbangan, untuk orang-orang memilih baterai yang besar saja, hingga tidak membutuhkan power bank dan kabel yang bergelantungan.

Baterai kapasitas besar pada smartphone mid-range bisa digunakan 2-3 hari, ini membuat banyak orang tidak harus selalu rajin men-charge nya.

 

 

6.Fast Charging

Teknologi baterai sudah puluhan tahun tidak berubah, kita masih bergantung dengan baterai Li-ion. Untuk itu para vendor berlomba-lomba melakukan efisiensi untuk bisa menempatkan baterai dengan ukuran yang sama, tetapi lebih tinggi kapasitasnya, dan bisa di charge lebih cepat.

Baterai-baterai kapasitas besar tanpa fast charging akan menghabiskan waktu sangat lama untuk di-charge.

Smartphone sekarang ini sudah dilengkapi dengan chip PMIC (Power Management Integrated Circuit) agar pengisian baterai terkontrol dan lebih aman.

 

Dengan teknologi yang bermacam-macam, para vendor berlomba siapa yang tercepat men-charge baterai. Bahkan baterai yang dulu butuh waktu berjam-jam untuk di charge, sekarang dalam hitungan belasan menit baterai bisa penuh terisi.

Keberadaan fast charging ini bisa membantu mereka yang sibuk, tidak perlu lagi men-charge smartphone sambil ditinggal tidur. Saat pagi hari sebelum berangkat kerja, smartphone baru di charge, selesai mandi atau sarapan, baterainya sudah bisa terisi penuh.

 

LuckySebastian_7-1626169264000.jpeg

 

 

Salah satu teknologi pengisian cepat baterai yang menjadi standar adalah PD atau Power Delivery. Teknologi ini menarik karena biasanya menggunakan PPS, Programmable Power Supply. Salah satu cirinya, kedua ujung kabelnya sudah menggunakan USB Type-C.

Samsung termasuk yang pertama menggunakan teknologi ini pada smartphone flagshipnya.

Jadi PPS ini memungkinkan antara charger dan unit yang sedang di charge “saling bicara”, seberapa besar daya yang bisa diterima oleh unit setiap waktu, dan daya tersebut di supply oleh charger sesuai permintaan.

 

Misalnya saat didiamkan diletakkan di meja dan di charge, daya yang diminta akan besar, tetapi saat ada notifikasi WhatsApp misalnya, dan kita nyalakan untuk membalas, unit akan memberitahu charger untuk mengecilkan daya pengisian, agar smartphone tidak panas berlebih. Lebih-lebih saat kia bermain game berat sambil di charge, maka daya yang dikirim akan lebih kecil.

Jadi dengan PPS ini boleh saja kok main game sambil di charge.

PPS ini bisa dilakukan karena memiliki range voltage dan ampere yang bermacam-macam, sehingga supply daya bisa diatur.

 

 

7.Tahan Air

Salah satu penyebab yang banyak membuat smartphone rusak dan tidak bisa di klaim garansi adalah terkena air.

Bagi mereka yang sehari-harinya banyak menghabiskan waktu di jalan dengan mengendarai sepeda motor, atau berolahraga sepeda, boleh mempertimbangkan fitur tahan air dan debu.

Daya tahan smartphone terhadap debu dan air yang resmi harus melewati sertifikasi dengan predikat yang disebut IP.

IP67 dan IP68, menandakan smartphone tidak akan kemasukan air walau terendam atau jatuh ke kolam sekalipun, jadi smartphone bisa dibawa berhujan-hujan saat berkendara atau bahkan dibawa mandi.

 

LuckySebastian_8-1626169264006.jpeg

 

 

Smartphone bisa tahan air karena dibuat rapat dengan banyak seal di bagian berlubang yang mencegah air masuk. Tetapi seringkali ketahanan debu dan air ini juga ada masanya, setelah bertahun-tahun digunakan, kepanasan kehujanan, seal bisa getas dan tidak berfungsi baik lagi, apalagi misalnya habis di bongkar di tukang service yang tidak resmi, yang tidak mempunya bahan dan peralatan khusus untuk merekatkannya kembali dengan baik.

Deformasi baterai di dalam smartphone, misal baterai kembung juga bisa merusak ketahanan terhadap debu dan air ini.

Tapi memiliki device tahan air seperti Galaxy A52, A72, dan Samsung flagship ini memang membuat hati lebih tenang.

 

8.Update Firmware, OS, dan Security

Selain faktor hardware kekinian, yang juga harus diperhatikan saat memilih smartphone adalah apakah vendor rajin mengupdate Firmware, Operating System, dan Security nya.

Setiap bulan Google akan mengeluarkan patch security yang baru, yang menambal lubang keamanan pada device.

 

LuckySebastian_9-1626169264014.jpeg

 

 

Pembaharuan OS akan membuat kita bisa menikmati fitur-fitur baru yang dikeluarkan Google, sementara update firmware dari vendor biasanya memperbaiki fitur-fitur yang tidak berjalan lancar, memiliki bugs, atau bahkan menambah fitur-fitur baru.

Jadi pastikan smartphone yang kita pilih memiliki sejarah sebagai brand yang peduli terhadap update-update tersebut, sehingga smartphone bisa digunakan lebih nyaman, dan aman dalam waktu yang lama.

 

Samsung sendiri dulu dikenal lelet dalam update, tetapi sekarang termasuk brand yang sangat keep up dengan update.

Belum lama ini Samsung menaikkan standar update untuk sebagian besar tipe smartphonenya menjadi 4 tahun. 2-3 tahun update untuk OS besar, misal dari OS android 11 ke 12, kemudian ke 13, dan updates security-nya selama 4 tahun.

 

That's it, cerita kita kali ini. Kalian mungkin juga punya pendapat fitur kekinian apa yang penting untuk dimiliki sebuah smartphone, silahkan mengungkapkannya dengan bebas di kolom komentar.

Stay Safe, Stay Healthy. Taat prokes ya, semoga semua sehat2 selalu.

 

 

 

 

 

 

28 Komentar
Pilihan
Galaxy A

Mantabb sekali 🔥🔥 lanjutkan terus karya2nya masterr 🙌

BanyakGaul
Expert Level 4
Pilihan
Galaxy A
Waduh, jadi pengen ganti smartphone nih. Makasih kang Lucky.
نجوم
Expert Level 5
Pilihan
Galaxy A
kualitas thread nya bagus, keren sekali kak 😁👍🏻
Pilihan
Galaxy A
Setuju😎👍
نجوم
Expert Level 5
Pilihan
Galaxy A
🤩🤩
Fauzan12345-MM93
Expert Level 5
Pilihan
Galaxy A
Aku punya yang no 3 dan 8
Pilihan
Galaxy A
Selaluuuu terkesan dengan penjelasan & cerita Om Lucky 😍😍👏🏻👏🏻 super lengkap dan mudah dipahami juga 👍🏻👍🏻 terima kasih Om atas penjelasannya, jadi nambah ilmu baru 😁👍🏻
Orlaa
Expert Level 5
Pilihan
Galaxy A
👍🏼
Perry1990
Active Level 3
Pilihan
Galaxy A
Kapan fitur berganti2 refresh rate tdi ada di s20 ultra yaa?