- Mark as New
- Bookmark
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 06:04 PM in
Galaxy SHai Samsung Members 👋
Setelah satu bulan lebih merasakan langsung Samsung Galaxy S25+, saya akan membagikan pengalaman saya menggunakan smartphone ini. Banyak hal yang membuat saya terkesima, tapi juga terdapat beberapa catatan kecil yang perlu saya sampaikan.
Seperti apa pengalaman menggunakan Galaxy S25+? Apakah smartphone "anak tengah" ini memuaskan? Let's find out!
Disclaimer
- Galaxy S25+ yang saya gunakan adalah unit review.
- Review ini tidak disponsori. Review ini ditulis dengan transparan, jujur pendapat saya pribadi, baik dari sisi kelebihan atau kekurangan.
- Software yang digunakan ketika review ini dibuat adalah AYDA.
- Karena review ini panjang, review kamera akan dibuat secara terpisah.
What's in the Box
Galaxy S25+ | Data Cable
SIM Ejector | Quick Start Guide
Desain & Build Quality
Begitu pertama kali lihat dan menggenggam Galaxy S25+, kesan modern dan kekinian langsung terasa. Desainnya sudah menjadi ciri khas Samsung, dengan sentuhan yang bikin beda, seperti adanya border pada kamera yang lebih tebal.
Saya suka dengan pilihan warna exclusive online Pink Gold yang saya pakai. Warnanya sangat pastel, lembut, dan menurut saya cukup feminim, cocok untuk kamu yang suka tampilan elegan tapi tetap chic. Apalagi, efek warna yang dihasilkan tekstur matte pada kaca belakang yang sudah menggunakan Gorilla Glass Victus 2, terlihat sangat indah dan mewah saat terkena cahaya.
Tidak hanya Pink Gold, Galaxy S25+ punya beberapa pilihan warna lainnya, seperti Icy Blue, Mint, Navy, Silver Shadow, Coral Red, dan Blue Black.
Ukuran Galaxy S25+ bisa dibilang cukup besar mayoritas orang, sehingga ukurannya jadi pertimbangan beberapa pengguna. S25+ juga masih terbilang oke saat dioperasikan satu tangan, setidaknya yang saya rasakan. Berbeda dengan seri Ultra pendahulunya, sudut S25+ yang melengkung juga mengurangi tekanan pada telapak tangan saat meraih tombol yang jauh.
Berbicara tentang build quality, Galaxy S25+ terasa kokoh dan solid di tangan. Pinggiran flat dari Armor Aluminum dengan sedikit lengkungan di bagian belakang membuat genggaman terasa mantap. Meski demikian, beberapa kali menjadi agak sakit di tangan kalau menggenggam terlalu lama. Galaxy S25+ juga cukup licin saat hendak diambil dari meja atau bahkan pernah jatuh dari kantong celana.Namun masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan casing yang sesuai. Atau kalau kamu merasa S25+ ini terlalu besar, S25 vanilla bisa jadi pilihan yang lebih compact.
Terdapat satu hal di mana saya punya love-hate relationship dengan S25 series adalah konsep modul kamera yang "melayang". Secara desain, desain modul kamera ini terlihat futuristik, ditambah dengan ketahanannya menempelnya yang sangat baik, atau tidak mudah lepas. Namun di sisi lain, perlu perawatan ekstra untuk membersihkan debu yang menempel di bagian bawah modul ini.
Uniknya, terkadang sekilas cukup susah membedakan desain Galaxy S25+ dengan seri Samsung lain. Teman saya sering bertanya, "Ini Samsung apa?". Mungkin karena desainnya yang sudah menjadi 'signature' Samsung, membuatnya cukup mirip dengan seri lainnya.
Display
Siapa yang setuju kalau kualitas warna layar Samsung adalah yang terbaik? Layar Galaxy S25+ yang menggunakan Dynamic LTPO AMOLED 2X ini patut diacungi jempol. Warna yang dihasilkan punya saturasi yang pas dan warna akurat. Ditambah kemampuan refresh rate 120Hz, membuat semua jadi terasa lebih mulus dan responsif saat scrolling atau ketika bermain game.
Salah satu peningkatan yang saya suka adalah bezel yang lebih tipis dan simetris di semua sisi, membuat tampilan layarnya jadi makin imersif dan modern, terlihat lebih futuristik dari pendahulunya. Berkat kemampuan kecerahan layar hingga 2600 nits, Galaxy S25+ cukup nyaman digunakan di bawah terik matahari, apapun yang ditampilkan akan tetap terlihat.
Hanya saja, tidak hadirnya anti-reflective coating seperti di layar S25 Ultra atau S24 Ultra membuat layar terlihat silau memantulkan cahaya di siang hari. Menurut saya, apabila Galaxy S25+ memiliki fitur ini, pasti menjadi nilai tambah yang signifikan. Selain itu, menurut saya layarnya juga cukup rentan terhadap goresan halus, jadi saya sangat menyarankan untuk memasang screen protector atau tempered glass.
Performance
Urusan performa, Galaxy S25+ yang ditenagai Snapdragon 8 Elite membuat saya terkagum: peningkatan GPU cukup signifikan!
Ketika membandingkan Galaxy S23 Ultra (Snapdragon 8 Gen 2), Galaxy Z Flip6 (Snapdragon 8 Gen 3), dan Galaxy S25+ (Snapdragon 8 Elite) dengan menjalankan Volume Shader, sebuah pengujian yang memaksa GPU untuk render objek 3D berwarna yang berputar. Dalam pengujian ini, semakin tinggi performa GPU, semakin mulus pergerakannya. Hasilnya? Galaxy S25+ mampu menghasilkan frame per second lebih tinggi dan pergerakan yang lebih halus dibanding dua Galaxy lainnya.
Berikut adalah hasil Geekbench dari Snapdragon 8 Elite di Galaxy S25+.
Selain itu, berkat Snapdragon 8 Elite yang kencang, mulai dari setup S25+ pertama kali, install aplikasi, memindahkan atau copy file, hingga rendering video, semuanya terasa sangat cepat dan seamless. Sangat jarang ceritanya "nunggu lama" atau nge-lag. Semua serba "sat set"!
Terkadang tugas yang berat membuat S25+ terasa panas. Hanya saja S25+ juga perangkat yang cepat dingin berkat vapor chamber yang lebih luas. Apalagi kalau dikombinasikan dengan fan cooler, tentu distribusi panas jadi semakin optimal. Jadi, saya tidak terlalu khawatir tentang overheat saat penggunaan intens.
Tidak hanya performa chipset yang "sat set", namun keamanan biometrik, khususnya fingerprint, juga terasa cepat dan akurat di Galaxy S25+. Dengan bantuan ultrasonic, hanya dengan menempelkan jari sesaat, S25+ bisa langsung ter-unlock seketika.
Galaxy S25+ juga sudah mendukung 5G dan WiFi 7 yang membuat konektivitas internet semakin cepat dan efisien. Penangkapan sinyal 5G cukup peka, meski kadang membuat baterai sedikit lebih boros di tempat yang kekurangan jumlah pemancar 5G. Galaxy S25+ juga punya koneksi WiFi yang baik, sehingga stabilitas, kecepatan, maupun performa mampu diandalkan. Dengan wadah konektivitas yang sangat baik, S25+ dapat memenuhi kebutuhan digital penggunanya, seperti transfer file dari PC ke S25+ dan sebaliknya atau mengunduh file besar di waktu urgent, tentunya akan terasa cepat dan menghemat banyak waktu.
Software
Pengalaman saya menggunakan One UI 7 di Galaxy S25+ secara keseluruhan sangat positif. Samsung turut memberikan segudang fitur AI di dalamnya. UI juga terasa mulus, responsif, dan efisien. Animasi terlihat intuitif dan halus, meskipun kadang ada sedikit patah-patah terutama saat membuka recent apps.
Salah satu fitur yang paling menonjol dari One UI 7 adalah Now Bar. Elemen UI baru ini tidak hanya membuat tampilan live notification menjadi lebih cantik, tapi juga lebih praktis. Semoga ke depannya bisa diperluas ke aplikasi-aplikasi lain yang butuh live notification seperti aplikasi ride-hailing (misalnya Gojek dan Grab), pengiriman paket, atau bahkan tiket konser/penerbangan.
Fitur keamanan di One UI 7 juga terasa lebih baik dari pendahulunya, membuat saya lebih tenang saat pakai smartphone ini. Misalnya dengan Auto Blocker dan Theft Protection yang lebih ditingkatkan, opsi untuk menonaktifkan jaringan 2G, hingga Knox Matrix, membuat Galaxy S25+ mampu mengantisipasi serangan siber. Kamu dapat mempelajari keamanan One UI 7 melalui tombol di bawah ini.
Samsung juga memberikan dukungan software update yang panjang, yaitu hingga 7 tahun! Artinya, Galaxy S25+ ini secara harfiah bisa mendapatkan dukungan sampai One UI 14. Semoga janji ini juga dibarengi dengan perilisan software yang tepat waktu dan mulus serta komunikasi yang transparan.
Contoh fitur paling powerful sekaligus productivity booster versi saya adalah Samsung DeX. Dengan Snapdragon 8 Elite, Galaxy S25+ mampu menjadi komputer portable yang bertenaga. Saya sering menggunakan Samsung DeX untuk mendesain di Figma, mengedit foto dengan Lightroom dan video dengan LumaFusion, menonton YouTube di TV hotel atau presentasi saat meeting. Bahkan kombinasi DeX dan bonus Gemini Pro memungkinkan saya coding di S25+ dengan lebih produktif dan kreatif, suatu hal yang sulit dilakukan di luar lingkungan Windows PC. Tentunya, Samsung DeX ini harus tetap dikembangkan, agar makin banyak aplikasi profesional yang mendukung di Samsung DeX.
Bicara tentang bonus Gemini Pro, kamu bisa klaim 6 bulan Gemini Pro sekaligus Google Drive 2TB gratis khusus pengguna Galaxy S25 series! Sudah punya Galaxy S25 series? Klaim sekarang, yuk!
Selain itu, salah satu keunggulan menggunakan beberapa produk Samsung adalah integrasi ekosistem Samsung yang seamless, seperti wearables, home appliance, ataupun sesama Samsung Galaxy. Misalnya, fitur Auto Switch Buds membuat Galaxy Buds dapat berpindah ke perangkat Samsung yang lain secara otomatis saat ada panggilan atau melihat media di perangkat lain. Atau menyalin teks maupun gambar di Tab Samsung bisa langsung di paste di smartphone maupun sebaliknya. Sangat praktis!
Bicara tentang Galaxy AI, ada beberapa fitur baru yang cukup keren, seperti Audio Eraser, Auto Trim, Cross App Action, dan Now Brief.
Audio Eraser
Dengan fitur Audio Eraser, kamu dapat menghilangkan suara-suara yang tidak kamu inginkan di video. Tentu fitur ini membantumu membuat konten di manapun dan kapanpun. Hasil suaranya masih bisa dikatakan baik, tergantung kondisi saat merekam video.
Video di atas adalah salah satu contoh hasil dari Audio Eraser.
Auto Trim
Kalau kamu suka buat "A day in My Life" atau membuat highlight dari beberapa video, kamu bertemu dengan fitur yang tepat, Auto Trim. Fitur Auto Trim akan menganalisa kemudian membuat potongan-potongan momen penting dari video yang kamu berikan dengan bantuan AI.
Caranya sangat mudah. Cukup pilih beberapa video di Gallery, tap Create, lalu tap Auto Trim yang ada di pojok kiri bawah.
Cross App Action
Terkadang cukup rumit untuk meminta bantuan AI, kemudian hasilnya kita copy dan paste secara manual di catatan. Atau saat ada pengumuman konser di Instagram, kita memasukkan di kalender secara manual.
Dengan fitur Gemini, kita bisa melakukan beberapa tugas dalam satu perintah, atau dengan sebutan Cross App Action. Mulai dari membuat itinerary perjalanan dan memasukkannya ke catatan, memasukkan info konser ke kalender secara otomatis, memasang beberapa alarm sekaligus, dan masih banyak lagi.
Now Brief
Singkatnya, Now Brief akan memberikan ringkasan harian kepada kita setiap beberapa waktu sekali, misalnya pagi sebelum menjalani hari, siang hari, hingga sebelum kita menutup hari, dengan isi konten yang berbeda.
Fitur Now Brief ini akan jauh lebih berguna kalau kita memiliki banyak ekosistem Samsung, seperti Air Conditioner, mesin cuci, kulkas, wearables dan lain-lain. Namun apabila belum, mayoritas Now Brief akan menampilkan cuaca, acara untuk hari itu, atau hasil foto dan video di hari itu.
Sejujurnya, mayoritas informasi di Now Brief belum cukup bermanfaat, relevan, atau insightful, setidaknya untuk saya. Semoga melalui software update yang akan datang, informasi pada Now Brief bisa ditingkatkan lagi sekaligus dapat dibagikan ke seri di bawah S25 series.
Battery
Menurut saya, daya baterai Galaxy S25+ tergolong "sulit" dihabiskan. Baterai 4.900mAh di S25+ yang dikombinasikan dengan efisiensi Snapdragon 8 Elite membuat baterainya cukup dipakai seharian. Walaupun digunakan dalam resolusi layar QHD+ 120Hz, WiFi dan Bluetooth selalu aktif, AOD mati, dan jaringan mobile yang berubah-ubah, Galaxy S25+ mampu mendapatkan Screen On Time yang beragam:
- Penggunaan ringan: sampai 7 jam 7 menit (total penggunaan 85% dalam 14 jam 12 menit).
- Penggunaan sedang: sampai 6 jam (total penggunaan 85% dalam 12 jam 5 menit).
- Penggunaan berat: sampai 3 jam 51 menit (total penggunaan 82% dalam 10 jam 15 menit).
Aplikasi yang memakan paling banyak daya biasanya aplikasi sosial media, seperti Instagram, TikTok, atau YouTube, setidaknya yang saya alami. Saat digunakan untuk tugas berat, seperti Samsung DeX, kamera dengan Expert RAW, dan aplikasi video editing tentunya akan memakan daya jauh lebih banyak.
Kabar baiknya, Galaxy S25+ (dan S25 Ultra) sudah mendukung charging hingga 45W dengan kabel charger bawaan atau kabel yang bukan 5A. Berbeda dengan seri sebelumnya yang harus pakai kabel 5A, Galaxy S25+ kini mendukung konfigurasi listrik 15V dan 3A, sehingga tetap mampu diisi hingga 45W dengan kabel bawaan. Proses pengisian daya juga cukup cepat hingga 80% yang kemudian melambat seiring baterai menjadi penuh.
Harapan saya, semoga seri ke depan Samsung bisa mengimplementasikan teknologi baterai Silicon Carbon, sehingga dengan ukuran yang sama, baterai bisa punya kapasitas yang lebih besar. Tentu ini membuat daya tahan baterai makin tahan seharian lagi buat aktivitas sehari-hari.
Sound & Haptics
Suara yang dihasilkan S25+ ini sangat baik, kencang, dan pastinya stereo. Kualitasnya mampu membuat pengalaman multimedia makin seru. Penempatan speaker di bawah kanan juga lebih nyaman, khususnya saat bermain game dalam mode landscape atau nonton video, tidak tertutup tangan lagi.
Getaran vibration motor S25+ juga tetap terasa tegas dan berkualitas tinggi, bikin setiap notifikasi atau feedback dari smartphone jadi lebih terasa premium. Untuk merasakannya, saya sangat menyarankan kamu mencobanya langsung di Samsung Store terdekat.
Selain itu, terdapat banyak suara notifikasi dan ringtone baru eksklusif untuk Galaxy S25 series, yang membuat identitas S25 di lini Samsung terasa baru dan unik. Benar-benar fresh!
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S25+ adalah smartphone yang sangat worth untuk dimiliki, tentunya dengan menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget kamu. Dengan segala kelebihan dan beberapa catatan kecilnya, saya bisa berkata bahwa ini adalah salah satu flagship terbaik di kelasnya.
Setelah menggunakan selama 1 bulan, Galaxy S25+ mampu memberikan pengalaman yang baik serta keunikan tersendiri. Mulai dari desain yang premium, layar terbaik di kelasnya, peningkatan performa signifikan, One UI 7 yang memanjakan, fitur Galaxy AI dan Gemini, daya tahan baterai yang cukup memuaskan, serta kualitas suara yang baik.
Meskipun posisinya bagaikan "anak tengah", Galaxy S25+ punya performa gahar dan memuaskan, serta ukurannya cocok untuk pengguna yang menginginkan ukuran yang tidak terlalu besar seperti Ultra, tapi juga tidak terlalu kecil seperti seri vanilla. Apalagi Galaxy S25 vanilla maupun Galaxy S25+ punya spesifikasi yang sangat mirip, hanya berbeda di ukuran layar, baterai, dan kecepatan charging.
Kira-kira apakah Galaxy S25+ layak dibeli saat ini? Agar kamu dapat memutuskan apakah Galaxy S25+ adalah smartphone yang tepat, yuk jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
- Apakah daya tahan baterai sangat penting buat saya?
- Apakah usia smartphone yang lama menjadi pertimbangan saya?
- Apakah saya nyaman menggunakan smartphone dengan ukuran tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil?
- Apakah kebutuhan saya memerlukan performa tinggi untuk gaming atau content creating?
- Apakah saya ingin mendapatkan kualitas kamera terbaik saat ini?
- Apakah dana saya mencukupi untuk sebuah smartphone?
- Apakah saya berencana mengganti perangkat yang lama saya (usia sudah lebih dari 3 tahun)?
Jika mayoritas jawaban kamu adalah "Ya", maka Samsung Galaxy S25+ sangat perlu kamu pertimbangkan sebagai smartphone kamu selanjutnya!
Eits, review ini belum selesai! Nantikan Review Kamera Galaxy S25+ yang tidak kalah menarik untuk dibahas. Pastikan stay tune di Samsung Members agar kamu tidak ketinggalan info-info terbaru.
Bagaimana pendapatmu mengenai Galaxy S25+? Apa yang ada di benakmu saat hendak membeli S25+? Yuk, bagikan pengalaman atau pertanyaan kalian di kolom komentar!
Salam Galaxy Bima Sakti 🌌✨
#GalaxyS25 #GalaxyAI #GalaxyS25HappyUser #withGalaxyID #SMID #SamsungMembersID
- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 06:08 PM in
Galaxy S- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 06:24 PM in
Galaxy SWihh pertama banget kak Lyn 🥹 thankk you banyak sdh menyempatkan mampir kak Lyn. Evan masi harus belajar banyak nihh kak ehehe
Betul, Evan udh mulai kebiasa sm ukurannya sama performance nya wahah. S25+ asik buat di explore
- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 06:53 PM in
Galaxy S- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 07:54 PM in
Galaxy S- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 08:21 PM in
Galaxy S- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 07:12 PM in
Galaxy SAku sendiri emang merasa cocok sama seri S yang varian "Plus" ini, karena ukurannya ga kekecilan, ga kebesaran, dan spek juga ga terlalu overkill seperti yang Ultra.
Tapi lihat komen banyak orang, sepertinya banyak yang lebih suka seri reguler, atau ya sekalian naik ke Ultra
- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 07:53 PM in
Galaxy SNice catchh 👏 saya doakan kakak banyak rejeki bs meminang satuu
- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 08:19 PM in
Galaxy S- Mark as New
- Subscribe
- Subscribe to RSS Feed
- Permalink
- Report Inappropriate Content
06-09-2025 09:00 PM in
Galaxy SKlo tiba2 pindah tim, mas Bayu pkoknya ahahaah