Pahlawan dalam Pramuka (M21)

MasPii
Expert Level 5
Ketika ditanya oleh SAMSUNG INDONESIA melalui ChallengenyaMy Hero Story Contest, siapa pahlawan dalam hidupku sampai saat ini, aku akan jawab pahlawan-pahlawan yang telah gugur untuk kemerdekaan Indonesia, baik pahlawan nasional, revolusi ataupun pahlawan lainnya yang belum tercatat dalam daftar pahlawan nasional.

TERIMA KASIH PAHLAWAN INDONESIA
Karena perjuanganmulah kami bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini.

Selain pahlawan nasional masih adakah pahlawan lainnya di kehidupanku sampai saat ini. Setelah kemerdekaan berlalu, setelah saya dilahirkan oleh Pahlawan Super, yaitu ibuku atau emakku yang juga real hero bagiku dan keluargaku. 

🥰❤I LOVE EMAK❤🥰

Melalui challenge ini aku tak akan bercerita tentang Emak. Emakku/ibuku juga sama terbaiknya dengan emak/ibu/orang tua dari Members di sini. Surga di bawah telapak kaki ibu. 
Jadi saya ingin bernostalgia ketika zaman masih duduk di bangku SMK.

image
Hasduk Pramuka || dipotret 14.11.2021 || auto mode M21

Ekstrakurikuler Pramuka dan PMR adalah salah satu ekstra wajib waktu aku duduk di bangku SMK, khususnya untuk kelas 1 waktu itu kalau sekarang kelas 10. Ekstra yang tak pernah saya ingin ikuti, ekstrakurikuler yang ada dipandanganku adalah ajang perpeloncoan. 
Karena PMR lebih banyak dipilih siswi, aku akhirnya memilih Pramuka, 2 bulanan ikut esktra ini bagaikan siksaan, ingin keluar tetapi jika keluar kena hukuman. Akhirnya minggu demi minggu dijalani dengan berat hati sampai bisa terlewati, dari yangBENCI AKHIRNYA JADI JATUH HATI.

"Apa yang kalian pelajari, mungkin belum berguna saat ini, tapi kelak setelah kalian sudah bermasyarakat, apa yang kalian pelajari InsyaAllah bermanfaat, baik bagi diri sendiri atau lingkunganmu." salah satu pesan yang pernah disampaikan pembinaku.

Bapak Agus S., S.Pd dan Ibu Erny Y, S.Pd merupakan pembina Pramuka waktu itu, beliau mengajarkan ilmu yang akhirnya bermanfaat sampai saat ini.
Sampai saat ini kedua pembina Pramuka ini Alhamdulillah masih dalam keadaan sehat dan menjadi tenaga pendidik, bu Erny masih di sekolah yang sama dan Pak Agus setelah diangkat sebagai PNS pindah mengajar ke sekolah yang lain.

Minggu demi minggu berlatih Pramuka terlalui juga, pun sama halnya point-point dalam buku Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) lengkap jua dengan tanda tangan untuk bisa lanjut ujian, pada akhirnya saya dan beberapa teman bisa mengikuti ujian Penegak BANTARA.
Pada ujian BANTARA inilah rekanku nanti jadi penolongku, mereka jadi pahlawan bagiku.


image
Buku SKU Penegakku, arsip pribadi || dipotret dengan Galaxy M21 || 14.11.2021

Ujian BANTARA dilaksanakan dengan berkemah di sekolah, dengan kegiatan kepramukaan dan berbagai materi ujian kepramukaan yang kami pelajari, mulai baris-berbaris, menaksir, sandi, semaphore dan morse serta materi lainnya. Kami dibentuk jadi beberapa sangga, diberi nama gugus, saya sendiri masuk dalam gugus Garuda bersama sobat karibku yaitu Heri (yang sebelumnya adalah musuh waktu zaman SMP). Dan Heri inilah yang mengenalkan aku pada donor darah, dia adalah temanku yang membantu mendonorkan darahnya untuk adikku ketika adikku sakit demam berdarah, adikku waktu itu masih SD. Terima kasih kawan dulu kita lawan sekarang tidak hanya jadi kawan tetapi keluarga.

image
Kompas Mekanik yang kugunakan dalam kegiatan pelantikan BANTARA yang sudah rusak, kusimpan sebagai kenangan. Dipotret kembali dengan Galaxy M21


image
Tanda peserta pelantikan BANTARA yang kotor kena lumpur, masih kusimpan sebagai kenangan. Dipotret kembali dengan Galaxy M21

=======Kembali di ujian Bantara======

saat kegiatan luar lapangan tepatnya di tempat Gorong-gorong dan Mandi Lumpur inilah saya nantinya mengalami kecelakaan.

image
Photo-photo dokumen pribadi waktu kegiatan, diphoto kembali dengan M21 || 14.11.2021 || Edit Lr + snapsed

Setelah mandi lumpur, oleh Kakak panitia kami dipersilahkan mandi di sungai untuk bersih-bersih dan melanjutkan ke tempat berikutnya. Saat mandi di sungai sobatku Heri sudah mengingatkan, kalau sungai bagian belakangnya dalam, dan entah bagaimana saat saya mau mandi kakiku menginjak lumpur hingga saya kehilangan keseimbangan, saya hanyut terbawa arus sungai yang waktu itu memang habis hujan.

"Tolong...tolong...hei tolong aku gak bisa berenang..!" saya panik berusaha meminta tolong dengan melambai-lambaikan tangan. Teriak berulang-ulang tapi teman-temanku malah tertawa, mereka menganggap saya sedang bercanda. Mungkin kalau kejadian sekarang mereka akan memvideokan dulu kejadian itu.

Saat saya sudah lemas, pikirku itu hari terakhir saya di dunia. Sempat terbayang wajah emakku dan masih sempat terlintas dipikirku bagaimana sedihnya emakku ketika tahu kabar saya tiada karena tenggelam.
Aku pasrah... wajahku akhirnya tenggelam di air, entah karena sudah tidak panik sehingga badanku bisa menyembul ke permukaan dan saat itu saya teriak lagi

"TOLONG...,TOLONG...,!"

Saya melihat Hedi dan Hadi langsung berenang ke arahku, sampai akhirnya Hedi memegangku, aku masih ingat kata salah satu dari mereka "kamu jangan panik, kalau panik kita bisa tenggelam bersama".

Alhamdulillah, saya bersyukur masih diberikan keselamatan. Allah mengirimkan bantuan lewat dua rekanku. Terima kasih buatmu kawan.
Saya terbaring dipinggir sungai, lemas dan trauma. Hadi membuka sepatuku, dan teman-temanku yang lain akhirnya menghampiriku dan minta maaf, karena mereka mengira saya sedang bercanda.

...... skip.....

Malam setelah kejadian itu aku ingin pulang, aku sudah tidak ingin melanjutkan kegiatan. Aku ingin pulang dan memeluk emakku.
Tetapi pembinaku pak Agus bisa menenangkan aku, memberikan semangat, nasehat hingga pada akhirnya aku luluh juga.

Di lapangan makam SMU Islam ujian terakhir, kami disuruh berjalan satu-satu ke arah makam, sebelum dilantik kami ada renungan malam, hingga keheningan malam pecah dengan isak tangis peserta.

Akhirnya saya dan teman-teman pramuka yang lainnya bisa dilantik menjadi BANTARA oleh Kamabigus kami dan entah bagaimana ceritanya hingga setahun setelah dilantik BANTARA, saya bisa lanjut mengikuti pelantikan LAKSANA.


image
Badge BANTARA, LAKSANA dan Kompas yang sudah rusak, dipotret kembali dengan Galaxy M21

Hedi rekanku sekarang berprofesi sebagai Polisi, cita-citanya memang jadi Polisi. Sedangkan Hadi, membuka usaha di rumah dan menjadi musisi.


image
Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam SKU. Galaxy M21.


Hymne Pramuka
Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan
agar jaya, Indonesia, Indonesia
tanah air ku
Kami jadi pandumu


Terima kasih
 KH. AGUS SALIM pahlawan nasional yang mengenalkan gerakan kepanduan di Indonesia.
Emakku, i love you. Ur is the best
Heri, Hadi, Hedi dan teman-teman Pramukaku. You are my heroes
Pembina Pramuka ku Pak Agus dan Bu Erny, sehat selalu pak, bu🙂
All Members yang berkenan mampir dipostingan saya ini.


Salam
MasPii