bayJoee
Expert Level 5
Garis kisi dalam sebuah kamera ponsel dapat membantu memaksimalkan foto yang dihasilkan. Biasanya, garis kisi yang tersemat dalam kamera ponsel adalah Rule of Third. Untuk garis kisi yang lain tergantung dari gawai itu sendiri. Seperti di gawai saya, Samsung Galaxy J6, yang hanya terdapat garis kisi Rule of Third. Cara memunculkan garis kisi cukup dengan masuk ke dalam pengaturan yang ada di kamera dan hidupkan opsi Garis Kisi.

image
Garis Kisi Rule of Third.

Jika kamera bawaan tidak menyematkan garis kisi selain Rule of Third, memakai aplikasi kamera pihak ketiga menjadi jalan keluarnya atau jika mampu mengimajinasikan garis-garis kisi yang ada juga tidak masalah bila tetap memakai kamera bawaan. Berikut beberapa komposisi garis kisi yang digunakan saat mengambil foto:

1. Rule of Third
Rule of Third (Aturan Sepertiga) menjadi aturan komposisi yang sering digunakan atau boleh dikata paling populer diterapkan. Saya sendiri lebih sering memakai komposisi ini untuk mengambil foto. Rule of Third menempatkan objek berada di sepertiga bagian. Baik dalam titik-titik persimpangan maupun garisnya.

image
Rule of Third.

image
Contoh Rule of Third. Samsung J6xLightroom.

image
Tower. Samsung J6.

image
Samsung J6.

image
Waduk Cengklik. Samsung J6.

2. Phi Grid
Konsep komposisi Phi Grid serupa dengan Rule of Third hanya saja kotak-kotak yang berada di bagian tengah lebih menyempit. Sebagai contohnya saya menyematkan foto dari designshack.com.

image
Phi Grid.

image
Phi Grid dari designshack.com.

3. Symmetry
Untuk komposisi Symmetry sudah pasti mengetahuinya jika komposisi ini menempatkan objek dengan presisi baik antara kanan dan kiri maupun atas dan bawah. Simetri tidak harus tepat di tengah-tengah dari semua sisi.

image
Dunia Cermin.

image
Gapura. Samsung J6.

image
Waduk. Samsung J6.

4. Fibonacci Spiral
Biasa disebut dengan Golden Spiral, Fibonacci Spiral mengikuti pola spiral. Komposisi ini jarang saya gunakan. Saya akan mengambil contoh dari infofotografi.com.

image
Garis Kisi Golden Spiral.

image
Golden Spiral.

5. Golden Triangle
Konsep Golden Triangle memanfaatkan garis diagonal yang membentang antar sudut kemudian menciptakan garis tegak lurus dari sudut lain sehingga membentuk suatu segitiga. Peletakan objek memanfaatkan garis diagonal dan/atau segitiga yang terbentuk. Saya mengambil contoh dari infotografi.com.

image
Golden Triangle.

image
Contoh Golden Triangle.

image
Tetes Embun. Samsung J6.

6. Vanishing Point
Komposisi ini memanfaatkan garis-garis imajiner yang terbentuk dan menuntun ke suatu titik lenyap atau tak berujung. Biasanya konsep komposisi ini dipakai untuk memotret gedung-gedung tinggi dan jalan lurus. Perbedaan dengan konsep Symmetry adalah Vanishing Point tidak harus selalu presisi. Salah satu contohnya pernah menjadi crown di Galeri.

image
Foto dari Members DTan.

image
Dunia Terbalik.

image
Jalan tak berujung.

7. Framing Depth
Komposisi yang satu ini memanfaatkan latar depan dan latar belakang sedangkan objek foto berada di antaranya. Ibarat sebuah bokeh foto, maka bokeh pada foto ada pada latar depan dan belakang. Urutan Framing Depth sebagai berikut:
  • Objek dekat kamera sebagai latar depan.
  • Objek utama.
  • Latar belakang (biasanya langit).
image
Sumber gambar: mainurr.wordpress.com

image
Objek dekat kamera blur.

image
Dendelion.

image
Bunga Putri Malu.

8. Leading Lines
Sesuai namanya, komposisi dari Leading Lines adalah adanya garis-garis imajiner yang menuntun ke suatu titik. Objek yang mempunyai garis-garis seperti jembatan akan sangat membantu untuk komposisi ini.

image
Leading Lines.

image
Samsung J6.

image
Samsung J6.

image
Samsung J6.

9. Line and Patterns
Komposisi terakhir dalam utas kali ini adalah Line and Paterns. Komposisi ini memanfaatkan garis ataupun pola yang berulang. Komposisi ini sering dijumpai pada bangunan, tangga, jembatan, pagar, dll.

image
Samsung J6.

image
Samsung J6.
 
image
Pagar jembatan.

Dalam mengatur komposisi garis kisi di atas kita dapat menggabungkan satu komposisi dengan komposisi lainnya. Komposisi-komposisi di atas akan membuat foto yang kita hasilkan menjadi lebih menarik. Kita memang tidak harus selalu mengikuti komposisi garis-garis kisi tersebut. Hanya saja, jika memanfaatkan komposisi tersebut akan memaksimalkan foto yang dihasilkan.

***
 
Komposisi garis-garis kisi di atas merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam mengambil sebuah foto. Namun, bagi saya, foto ya foto aja dulu, urusan bagus atau tidak itu nomor dua. Pun urusan teknik lainnya. Dalam dunia kepenulisan dikenal sebuah istilah bernama Autotelic. Autotelic ini merupakan kata sifat. Orang Autotelic adalah orang yang mendapat kesenangan dari kegiatan yang ia lakukan terlepas dari hasilnya nanti seperti apa. Orang-orang dengan sifat Autotelic cenderung memiliki ketahanan diri yang kuat karena mereka berfokus pada penyempurnaan proses saat melakukan kegiatan, bukan hasil. Jadi, foto ya foto aja dulu dan nikmati prosesnya.
***

Sekian dan terima kasih.
Selamat berkreasi dan berkreativitas.
22 Komentar
RÝANN
Expert Level 5
Wahh mantap, izin bookmark yaa🤩
Balas
Memuat...
Silakan. Semoga bermanfaat. 😁🙏🏻
Balas
Memuat...
ven2vie
Expert Level 5
Makasih info lengkapnya mas e👍
Balas
Memuat...
Sama-sama. 😁🙏🏻
Balas
Memuat...
DewiNurizza
Expert Level 3
Sangat bermanfaat mas bayu 👍👍👍👍🙏

Semangaat.. semangaat
Balas
Memuat...
Terima kasih. 😁🙏🏻
Balas
Memuat...
seruniwd
Active Level 6
Waw seperti photoshop sangat membantu garis gridnya.
Balas
Memuat...
Iya. Sangat membantu. 😁
Balas
Memuat...
Keren banget ini, belajar lagi seputar fotografi🤩👍
Balas
Memuat...