xombers
Active Level 8

001-JUDUL.jpg

 

Selamat malam Samsung Members, kali ini saya ingin sedikit sharing tentang daily drive saya. Samsung Galaxy A20 yang saya boyong ke rumah pada akhir tahun 2019. Langsung saja simak informasinya, semoga bisa menambah pengetahuan saya khususnya dan teman-teman Samsung Members pada umumnya.

 

Sekedar sharing, Smartphone Android Pertama saya adalah Samsung Galaxy Young kemudian saya juga pernah menggunakan Galaxy S6 Edge. Selain itu saya juga pernah menggunakan 6 brand lain selain Samsung. Saya selalu berganti Smartphone setiap 1 tahun sekali bahkan kurang. Nah saat ini smartphone yang saya gunakan sudah 1 tahun lebih adalah Samsung Galaxy A20.

 

Kenapa saya bertahan menggunakan Samsung Galaxy A20?

 

Sesuai Kebutuhan

002-KEBIASAAN.jpg

 

Sebelum membeli smartphone tentu kita menentukan fungsi terlebih dahulu. Jika membeli smartphone kurang dari kebutuhan Kita akan mengalami kendala, dan jika melebihi kebutuhan otomatis ini yang disebut Mubazir.

 

Saya bekerja di bidang multimedia, jadi pekerjaan saya dominan menggunakan komputer dan kamera dslr. Saya hampir tidak pernah bermain game, apalagi game-game yang menyita banyak waktu. Kebutuhan saya akan smartphone dominan komunikasi, browsing dan sedikit streaming.

 

Port USB 2.0 Type-C

003-TYPEC.jpg

 

Sepele memang, tapi saya sudah terlanjur terbiasa dengan Type-C. Kita mungkin sependapat port Type-A sedikit sulit digunakan. Pada saat di tempat sepit dan sedikit gelap Anda harus berusaha cukup keras untuk memasang kabel USB Type-A ke smartphone. Kita tidak akan menemukan hal tersebut jika menggunakan Port Type-C.

 

Selain kemudahan penggunaan tadi Port type juga memberikan fitur pengisian daya cepat yang baik (Walaupun saya jarang menggunakan fitur Fast Charging) dan transfer datanya juga lumayan cepat, mencapai kecepatan 200 hingga 400 MBps.

 

Kualitas Audio

004-RECORDING.jpg

 

Saya tidak menggunakan Microphone eksternal untuk merekam suara. Saya menggunakan Microphone internal Galaxy A20. Bukan tanpa alasan, tetapi memang kualitas suara yang ditangkap microphone galaxy A20 memiliki hasil yang baik. Bahkan tanpa menambahkan noise remove pun suaranya sudah cukup bersih.

 

005-DOLBY.jpg

 

Output Audionya juga cukup baik. Saya sering mendengarkan suara dari headphone monitoring dan headphone audio canceling baik lewat kabel maupun lewat wireless. Tidak ada komplain untuk kualitas output suaranya. Apalagi adanya fitur Dolby Atmos suara menjadi semakin baik. Suara speakernya memang tidak terlalu lantang tetapi cukup detail.

 

Daya Tahan Baterai

007-SAMBERS.jpg

 

Kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan daya tahan baterai. Kapasitas baterai besar punya konsekuensi tentunya. Dimensi bodi lebih tebal dan lebih berat. Jadi, selain Kapasitas apa yang menentukan daya tahan baterai ?

 

Super Amoled Samsung dengan resolusi sedang adalah kombinasi baik dalam mengehemat penggunaan daya baterai. Seperti yang kita tah, Panel Amoled tidak memerlukan daya untuk menampilkan warna hitam. Tetapi ada sedikit catatan, Layar A20 jika menampilkan garis lurus 1 pixel akan terlihat seperti garis putus-putus.

 

Prosesor performa sedang dengan konsumsi daya cukup rendah juga berpengaruh terhadap penggunaan daya baterai. Selain itu suhu smartphone juga tidak terlalu panas jika menggunakan prosesor kelas menengah generasi terbaru.

 

006-BATERAI.jpg

 

Jadi Galaxy A20 masuk kategori Smartphone dengan daya tahan baterai yang baik. Kapasitas baterai 4000 mAh, Pengisian daya cepat 15 Watt USB Type-C, Layar Super Amoled Samsung resolusi HD+, SOC kelas menengah Exynos 7884 dan One UI Samsung Ekosistem adalah kombinasi baik dalam hal daya tahan baterai.

 

Saya hampir tidak pernah mengisi daya 2X dalam kurun waktu 24 jam. Sekali isi daya sekitar 90-95% dapat digunakan sampai 1 hari penuh bahkan sampai 2 hari penuh jika sedang banyak pekerjaan.

 

Build Quality

008-BOTTOM.jpg

 


Yah rahasia umum sih. Samsung memang tidak main-main dengan produk mereka. Saya tidak menemukan komplain di setiap sudut bodinya. Setiap sudut dibuat presisi dan halus. Tidak ditemukan sudut tajam di bagian tombol, lubang port ataupun sambungan bodi Galaxy A20. Walaupun bodi belakang terbuat dari Plastick tapi tetap terasa kokoh.

 

Samsung Ekosistem

Menurut pengalaman dan sedikit pengetahuan saya, One UI Samsung masuk ekosistem smartphone terbaik saat ini, berdampingan dengan Siyos dan SiPure (Jika Anda Punya pendapat lain? Silahkan tulis di Kolom komentar).

 

009-HOME.jpg

 

Salah satu Poin yang saya nilai adalah manejemen hardware, aplikasi dan konsumsi daya. Pengujian cukup sederhana gunakan mode baterai full performa, jaringan 4G aktif, semua aplikasi setting default notifikasi tetap masuk, layar mati selama 10 jam lalu lihat berapa konsumsi daya baterai yang digunakan.

 

Kesimpulan
Smartphone terbaik dengan harga di bawah dua jutaan saja dan memenuhi semua kebutuhan saya jatuh pada Samsung Galaxy A20 (Pada Akhir Tahun 2019).

 

Sekian. Semoga bermanfaat. Salam Samsung Members Indonesia.

30 Komentar
Wow keren review A20-nya kawan😎👍
Balas
Memuat...

terima kasih mastah 😁

Balas
Memuat...
Sama-sama, saya peramai saja kok😆
Balas
Memuat...
ajisginanjar
Active Level 4
masih worth banget Samsung a20 🤩🤩
Balas
Memuat...

Yap setuju gan 😁

Balas
Memuat...
Arya15012005
Active Level 3
A20 pake One UI biasa apa One UI Core gan?
Balas
Memuat...

One UI 2.0 dong gan + Android 10 😁

Balas
Memuat...
abidsamra22
Expert Level 5
wih keren, 2018 udah ada galaxy a20😂 , saya juga sebelumnya menggunakan a20, tapi udah upgrade sekarang gan😁

Screenshot_20201210-200033_Samsung Members_38052.png

Balas
Memuat...

😂Salah nulis gan, terima kasih infonya, jadi malu

Balas
Memuat...